Masyarakat Dituntut Mampu Mengelola Medsos Lebih Produktif

6
Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. (Foto : Info31.id / Pool / Dok. Kemenkominfo)

MUSI BANYUASIN, Info31.id – Masyarakat dituntut dapat mengelola media sosial secara produktif agar bermanfaat bagi diri sendiri. Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan di media sosial, antara lain membentuk komunitas amal, belajar maupun pencinta lingkungan, mempromosikan produk industri kecil local, memberikan info lowongan kerja.

“Banyak kegiatan di sosial media yang berdampak positif pada ekonomi masyarakat,” dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Sopan Dan Beradab di Media Sosial”, Senin (20/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Presiden RI Joko Widodo; Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Herman Deru; dan Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin.

Pembicara lain, Firman Freaddy Busroh, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda, mengatakan, etika adalah suatu ucapan dan tindakan seseorang mengenai baik dan buruk. Etika mencakup dua hal, yakni norma agama, kesusilaan, kesopanan atau adat dan hukum.

“Kemudian, nilai yang dianggap baik atau buruk bagi kehidupan. Nilai merupakan sesuatu yang abstrak namun menjadi pedoman bagi kehidupan masyarakat,” papar Firman.

Dalam Key Opinion Leader, Rani Yulianti, Influencer menambahkan, fakta menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial sebagai media alternatif lebih banyak membawa efek negatif dalam kehidupan masyarakat. Apalagi, masyarakat Indonesia terlalu mudah percaya dengan hal-hal bersifat provokatif dan gampang dibohongi.

“Penyampaian informasi melalui media sosial berlangsung bebas tanpa kontrol dan cenderung kebablasan, mulai dari penggunaan bahasa maupun konten berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga, berita-berita bohong yang beredar di masyarakat semakin merajalela dan menjadi sasaran hoaks,” pungkasnya.