Masyarakat Digital Cerdas tak Mengklaim Karya Orang Lain

7
Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.(Foto : Info31.id / Pool / Dok. Kemenkominfo).

LAMPUNG TENGAH, Info31.id – Menjadi masyarakat digital yang cerdas dimulai dari tidak mengakui karya orang lain di media sosial sebagai karyanya. Bahkan pemerintah telah melindungi hak cipta seseorang agar tidak terjadi plagiasi di media sosial.

Permainan dan program video, perwajahan karya tulis, fotografi, terjemahan adaptasi, aransemen, transformasi, atau modifikasi ekspresi budaya tradisional, serta sinematography adalah sederetan karya yang dilindungi pemerintah.

“Saat ingin memakai karya tersebut, kita harus mencantumkan sumbernya,” ujar Hesty Maureen, saat menjadi pembicara dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Masyarakat Digital”, Senin (20/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Gubernur Provinsi Lampung, Arinal Djunaidi, memberi sambutan dan mendukungan Literasi Digital Kominfo 2021.

Menurut Hesty, setiap konten kreator dapat mengajukan permohonan hak cipta kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemen Kumham). Caranya, registrasi ke hakcipta.dgip.go.id, pilih pengajuan pencatatan digital, isi seluruh formulir, mengunggah data dukungan, dan pencatatan sertifikat. “Kemudian menanti approval, pencatatan ciptaan disetujui, dan bayar,” katanya.

Pembicara lain, Febby Mardian Eddy, menambahkan, menjadi masyarakat digital yang selalu berhati-hati agar tidak terkena penipuan digital bisa ditempuh melalui cara, tidak tergoda dengan barang yang sangat murah dan memiilih e-commerce terpercaya saat berbelanja online. Selanjutnya, cek rekam jejak digital, simpan bukti transaksi, serta cek nomer telepon penjual.

Sementara itu, pembicara Devi Retni Asih, mengungkapkan saat ini sudah banyak kasus pelecehan seksual yang beradar di dunia maya. Bahkan terkadang pelaku berkomentar dengan percaya diri dan menggunakan akun asli, bahwa dirinya telah melakukan pelecehan seksual dengan.

“Menjadi masyarakat digital yang cerdas dalam mencegah pelecehan seksual di dunia maya, antara lain, selektif terhadap media sosial, amankan data pribadi dengan autentifikasi dua faktor. Kemudian, pisahkan data pribadi dan data publik, berfikir sebelum bertindak, memiliki prinsip yang kokoh, serta memiliki nomor pengaduan jika mengalami pelecehan seksual,” paparnya.