Literasi Digital dalam Meningkatkan Wawasan Kebangsaan

12

TANJUNG PINANG, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital, Kamis (23/9/2021). Webinar membahas tentang “Literasi Digital dalam Meningkatkan Wawasan Kebangsaan” oleh para narasumber yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang influencer yang akan ikut berpartisipasi.

Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital.

Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Kepulauan Riau yaitu, H. Ansar Ahmad, S.E., M.M yang memberikan sambutan pembuka dan dukungan penuh untuk Literasi Digital Kominfo 2021.

Dr. Asril Pramutadi, S.Si., M.Eng. menjelaskan tentang menggunakan internet untuk mencari sebuah informasi dan pengetahuan supaya lebih mudah yang kita dapatkan. Media digital harus ditumbuhkan dalam menggunakan internet misalnya saja dalam menggunakan internet untuk hal yang bersifat kreatif harus menghindari plagiarisme.

Menurut Dr. Mahfud Fauzi, M.Pd membahas Contoh penerapan internet tidak sehat yaitu : Membuka content jejaring sosial pada saat jam kerja membuat kita malas, jangan bermain game online pada saat kita kerja membuat kecanduan game tersebut, mencari sumber pornografi dan jangan pernah meninggalkan komputer dalam keadaan masih aktif.

Menurut Muryanto, A.Md membahas Perkembangan teknologi dan informasi membawa berbagai dampak pada kehidupan manusia. Tidak hanya dampak baik tapi juga dampak buruk menyertai perkembangan tersebut. Salah satu hal buruk yang didapat dari majunya teknologi adalah pornografi. Mudahnya akses internet membuat segala informasi bisa didapat.

Hal tersebut juga termasuk akses pada situs pornografi. Bersumber dari video pembelajaran Bahaya Pornografi di laman Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) pada Selasa (18/06/2019), 8 dari 10 anak usia 9-12 tahun di Jabodetabek sudah pernah menonton pornografi.

Sedangkan Menurut Adimaja, ST.,MM.,MMG menjelaskan Budaya dikaitkan dengan bagian dari budi dan akal manusia. Budaya merupakan pola atau cara hidup yang terus berkembang oleh sekelompok orang dan diturunkan ke generasi berikutnya. Contoh Perilaku buruk atau tidak produktif di smartphone yaitu : Judi, Menyebar kebencian, bullying, menyebar berita hoax dan menyebar sara.

Diakhiri oleh Key Opinion Leader oleh Ana Livian sebagai Influencer, Kita menggunakan internet seperlu nya saja jangan terlalu berlebihan juga karena efeknya juga tidak bagus. Kita sebagai pengguna internet juga harus lebih bijak dan fokuslah pada satu platform media sosial saja supaya kebutuhan kita juga terarah jangan sampai yang tidak baik.