Literasi Digital Dalam Meningkatkan Wawasan Kebangsaan

8

WAY KANAN, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam webinar, Sabtu (25/9/2021). Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Terdapat 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital. Keynote Speaker Gubernur Lampung, Ir. H. Arinal Djunaidi dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan dan mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Tema besar “Literasi Digital Dalam Meningkatkan Wawasan Kebangsaan” dengan para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session di akhir webinar.

Ada 3 tantangan dalam wawasan kebangsaan antara lain digital, milenial dan pandemi. Muhammad Zayadi, M.Pd Manager Personalia R.S Haji Way Kanan Lampung membahas tentang bebas bereskpresi di media sosial tapi tetap terbatas, dimana banyak yang masih mengekspresikan diri maupun kelompok untuk memecah belah, provokasi, fitnah dan ujaran kebencian dan sebagainya.

Hak untuk mengeskpresikan diri telah termaktub di undang undang, namun UU ITE juga hadir sebagai penyeimbang dengan memberikan rambu rambu tertentu. Maka kita harus bijak dalam berekspresi, berikan hal positis, edukatif, jangan komen di luar konteks dan sebagainya. Sakhirin, S.H.I Praktisi Pendidikan & Trainer mengajak kita untuk Positif dan Kreatif di Internet.

Manfaat internet adalah untuk pendidikan, sosial, dakwah, hiburan, bisnis dan informasi. Sedangkan dampak negatifnya bisa kecanduan, kejahatan dunia maya, konten berbahaya, provokasi, hoax dan lain lain. Manfaatkan media digital sebagai wadah untuk menyalurkan kreatifitas positif kita, dan tetap untuk selalu berhati hati dalam melakukan aktifitas di dunia digital karena dampaknya akan termakan hoax, penipuan, pencurian data kita dan lain sebagainya.

Dr. Siti Nabila,S.Sos.,M.Pd Praktisi Pendidikan memaparkan tentang rekam jejak digital di ranah pendidikan. Bentuk jejak digital ada yang aktif (sengaja kita lakukan misalnya unggahan foto dan video serta status di media sosial) dan yang pasif (tidak sengaja ditinggalkan misalnya saat pencarian, lokasi, alamat IP dan lain lain).

Jangan meninggalkan jejak negatif karena menyangkut reputasi akun kita dan citra diri kita. Dalam dunia pendidikan tetap menjaga jejak tetap bersih seperti bijak sebelum menulis, bangun citra diri yang positif. Pengajar harus menanamkan pendidikan karakter untuk disiplin karena rekam jejak akan bicara sesuai fakta.

Raminto, S.Pd.,Plt. Kadis Dikbud Way Kanan menjelaskan litwrasi digital bagi tenaga pendidik dan anak didik di era digital. Pedidikan di era digital, baik pendidik maupun anak didik akan meningkatkan kemampuan, sikap kritis, membedakan dunia maya dan dunia nyata, terampil memanfaatkan media, dan mudah dalam mempelajari sesuatu.

Semua pihak harus tetap dalam koridor pendidikan, baik saat belajar secara virtual, membuat tugas, belajar kelompok dengan melakukan kolaburasi agar tetap berjalan sesuai tujuan. Pendidik mengarahkan, anak didik menjalankan dan orang tua mengawasi. Key Opinion Leader oleh Uzie Anggana seorang influencer yang membagikan pengalamannya untuk tetap belajar dengan memanfaatkan digital platfom dalam meningkatkan wawasan kita.