Literasi Digital Bisa Cegah Kejahatan Siber

3
ilustrasi kejahatan siber

Indragiri Hilir, info31.id – Cyber crime atau kejahatan siber menjadi momok di dunia digital. Cara yang efektif menangkal kejahatan siber itu sendiri adalah dengan memperkuat litersi digital.

Demikian yang mengemuka dalam Webinar “Literasi Digital Bekal Melawan Kejahatan Digital” yang digelar Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika di Indragiri Hilir, Riau, beberapa waktu lalu.

Praktisi hukum, Noertyas Lazuardi mengatakan, Mengatakan, kejahatan siber seperti penipuan di dunia maya sudah ada sejak dulu. Menurutnya hal ini disebabkan minimnya literasi digital seperti referensi dan informasi. Dia memberikan tips jika mendapati kejahatan siber atau menjadi korbannya.

“Hal yang dilakukan Ketika mengetahui ada hal kejahatan yaitu dokumentasikan bukti intimidasi, log off dan blokir akun sosmed pelaku, gunakan menu pengaturan privasi, bercerita/ konseling ke pihak yang dipercaya dan laporkan,” katanya.

Dijelaskan, ancaman dan gangguan di media sosial antara lain berupa intimidasi, cyberbullying, fitnah, hate speech dengan konten komentarnya berisikan merendahkan martabat, Sara, Fitnah, informasi palsu, menghina dan ancaman.

“Jika kita ikut menyebarkan sesuatu yang belum jelas valid informasinya lalu info tersebut di laporkan ke hukum sama saja kita mentransmisikan suatu informasi dan ikut ikutan terjerat pidana,” kata Lazuardi.

Sedangkan menurut Ulfa Rima Rahmadani, S.Pd menjelaskan terkait pelecehan seksual yang terjadi bukan hanya di ranah ofline tetapi juga di ranah online atau digital.

Dijelaskan, Sexual Harassment (pelecehan seksual) adalah segala macam bentuk prilaku yang berkonotasi seksual yang dilakukan secra sepihak dan tidak dikehendaki oleh korbannya.

“Bentuknya dapat ucapan, tulisan, symbol, isyarat dan Tindakan berkonotasi seksual,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, praktisi komunikasi, E. Rizky Wulandari, menjelaskan Kompetensi yang harus dimiliki di era digital yaitu Critical thinking / problem solving, communication, creativity, collaboration.

“Kecakapan digital yakni pengetahuan dasar mengenai lanskap digital internet dan dunia maya, pengetahuan dasar mengenai mesin pencarian informasi cara penggunaan dan penialai data, pengetahuan dasar mengenai aplikasi dll,’ jelasnya.

Praktisi digital,  Cahaya Makbul, membahas terkait Internet saat ini yang berperan sebagai media belajar, media informasi,  media hiburan, media interaksi dan media ekonomi.

“Tetapi jika digunakan secara berlebihan akan menimbulkan adiksi internet,’ jelasnya.

Adiksi internet, lanjutnya, adalah pola penggunaan internet yang berlebihan karena control diri yang buruk dan pikiran yang obsesif terhadap internet serta selalu menggunakan internet secara tidak sehat. Hingga menimbulakn gejala seperti FOMO, khawatir berlebihan tanpa gawai, tiktok syndrome kecanduan, games online judi online dan Domino bahkan aplikasi dating.

“Maka dari itu kita harus mengontol diri, menambah wawasan dan peranan orang tua sangat diperlukan serta management waktu yang baik untuk penggunaan internet,” tambahnya.

Sesi sharing session diisi oleh Content Creator, Ferry Beat. Menurutnya, salah satu ancaman terbesar bagi kaum muda di situs media sosial adalah jejak digital dan reputasi masa depannya. Penting untuk dapat membentuk dan menjaga jejak digital sebaik-baiknya sejauh yang dapat dilakukan.

“Cara mudah melindungin jejak digital antara lain jangan mengumbar data pribadi, pahami orang di lingkungan sekitar, mengunggah hal-hal positif dan Kita harus pintar dalam menggunakan media sosial supaya tidak berbagai kejahatan di internet,” katanya.

Webniar Webinar “Literasi Digital Bekal Melawan Kejahatan Digital” merupakan rangkaian kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL.