Literasi Digital Berperan Penting dalam Promosi Pariwisata

24
Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. (Foto : Info31.id / Pool / Dok. Kemenkominfo).

KOTA BATAM, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, Senin (27/9/2021).  Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Terdapat empat kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital. Keynote Speaker adalah Walikota Batam, H. Muhammad Rudi dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan dan mendukung Literasi Digital Kominfo 2021. “Transformasi Pariwisata di Era Digital” menjadi tema besar yang dibahas oleh para narsum berkompeten dan sharing session dari seorang Key Opinion Leader di akhir webinar.

Dalam rangka World Toursim Day, Literasi Digital cukup berperan terutama dalam memasarkan Pariwisata Indonesia yang saat ini sedang terpuruk karena dampak Pandemi Covid 19. Nursya’bani, M.Pd Kepala SMKN 2 Batam memaparkan etika pemasaran pariwisata yang berbasis digital.

Pemasaran digital merupakan salah satu cara dalam mempromosikan produk atau jasa dengan menggunakan internet, dengan teknik pemasaran antara lain memiliki target yang terukur, bersifat interaktif, mampu mengubah konsumen menjadi loyal. Ada 3 perilaku konsumen di dunia pariwisata antara lain Produsen yaitu Pelaku Industri Pariwisata, Konsumen yakni para Wisnus dan Wisman serta Distributor yang menjadi agen.

Kelemahan pemasaran pariwisata secara digital antara lain mudah ditiru, konten yang tidak menarik maka konsumen akan menjauh dan akan ketergantungan dengan teknologi yang ada. Dilanjutkan oleh Devid Simatupang, MM.,Par Dosen Prodi Politkenik Pariwisata Batam yang menjelaskan kenapa harus dengan media sosial?

Dengan media sosial menurut Devid kita akan mengenal pelanggan, respon yang cepat, melihat pesaing kita dan akan meningkatkan pengunjung. Bedanya dengan menggunakan website karena banyak platform di media sosial yang dapat digunakan antara lain facebook, instagram, tiktok, youtube, twitter, whatapps yang akan memperluas jangkauan target kita.

Raseno Arya, SE.,MM Asdep Personal Kemenpar 2015 – 2018 membahas tentang tips melindungi diri dan keluarga di ruang digital. Kita harus menjaga dan melindungi keluarga di dunia maya karena banyak terjadi kejahatan seperti cyberbulliying, pencurian data pribadi, penipuan online, hoax dan sebagainya. Kita harus waspada dengan anak yang sudah mulai kecanduan internet, mulai mencari cari informasi negatif di situs tertentu dan lain lain.

“Mari kita jaga keluarga kita dalam beraktifitas di dunia digital dengan memberikan wawasan yang positif, mendampingi, memberikan ruang untuk berkreasi, membuat password yang kuat, membatasi waktu berinternet dan selalu monitor ke siapa berkomunikasi dan berinteraksi di media sosial,” katanya.

Sementara Gandy Ketua Umum Hastana Indonesia memberikan pemaparan tentang Industri Pernikahan di masa pandemi covid 19. Salah satu bentuk protokol kesehatan dalam pernikahan di saat pandemi adalah touchless experience salah satu inovasi yang mengoptimalkan sosial media sebagai digital katalog yang membantu pengantin mencari inspirasi dengan reservasi melalui website tertentu, sebagai digital invitation, registration dan RSVP tamu undangan.

Webinar di akhiri oleh Adhit musisi dan gitaris Elemen Band yang mendukung pariwisata Indonesia melalui digital platform dimana semua pelaku bisnis pariwisata dan pemerintah terkoneksi, apalagi saat pandemi dimana sektor pariwisata sedang terpuruk.