Literasi Digital Bekal Melawan Kejahatan Radikal

9
Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. (Foto : Info31.id / Pool / Dok. Kemenkominfo).

TULANG BAWANG, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam webinar, Kamis (16/9/2021). Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Terdapat 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital. Keynote Speaker Gubernur Provinsi Lampung, Ir. H. Arinal Djunaidi., memberikan sambutan dan mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Webinar membahas tentang “Literasi Digital Bekal Melawan Kejahatan Radikal” oleh para narasumber berkompeten di bidang masing-masing serta seorang influencer.

Pembahasan tentang masyarakat Indonesia berada pada era digital. Masyarakat digital (digital society) adalah realitas hidup di abad 21 dimana Manusia dalam berbagai sektor kehidupannya memanfaatkan ITC dan Teknologi Digital. Penggunaan teknologi digital juga mengubah tuntutan jaman dari waktu ke waktu berlangsung cepat dan tanpa memandang apa dan siapapun sehingga terjadinya disrupsi.

Aspek kehidupan tidak terlepas dari penggunaan dan pemanfaatan teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication Technologies). Penggunaan platform digital secara signifikan mengubah gaya hidup maupun pandangan masyarakat dalam beberapa cara. Berbagai saluran tidak bisa lepas dari keberadaan internet mulai dari aspek pribadi hingga komunitas.

Urgensi literasi digital dalam menangkal radikalisme diantara pertama: teroris di dunia telah menggunakan internet sebagai salah satu alternatif mereka dalam membangun jaringan komunikasi guna menyebarkan informasi dan propaganda (Brauchler (dalam Kusuma & Azizah, 2018) Teroris di dunia telah menggunakan internet sebagai salah satu alternatif mereka dalam membangun jaringan komunikasi guna menyebarkan informasi dan propaganda (Brauchler (dalam Kusuma & Azizah, 2018).

Kedua: literasi digital yang baik tentunya akan membuat generasi millennial mampu untuk menyaring informasi yang bertebaran di dunia maya sehingga tidak terpapar oleh paham radikal. Ketiga: ancaman radikalisme pada generasi millenial dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti media dan teknologi, pendidikan, dan nilai sosial (Subagyo, 2015; Zamzamy, 2019).

Keempat: upaya preventif dilakukan dengan menggunakan kontra radikalisasi dengan memanfaatkan berbagai kegiatan yang diadakan oleh Siberkreasi. Literasi digital diibaratkan sebagai vaksin untuk menjaga daya tahan tubuh (D. Rahmat, Aliza, & Putri, 2019; Rianto, 2019), menurut Dwi Bayu Prasetya, S.S.I., M.Eng sebagai Dosen Prodi Perencanaan Wilayah Kota, ITERA.