Literasi Digital Bekal Melawan Kejahatan Radikal

5

LAMPUNG BARAT, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam webinar, Selasa (14/9/2021). Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Terdapat 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital. Keynote Speaker Gubernur Lampung, Ir. H. Arinal Djunaidi dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan dan mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Tema besar webinar “Literasi Digital Bekal Melawan Kejahatan Radikal” oleh para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session di akhir webinar.

Yudi Yusnandi, S.H.,M.H Ketua LPBH PWNU Lampung memberikan gambaran aktivitas kelompok radikal antara lain intoleransi, menebarkan semangat permusuhan, menganjurkan kekerasan, ingin merubah ideologi dan anti pemerintah. Upaya untuk menangkal radikalisme pada generasi milenial yaitu dengan mengembangkan beberapa elemen esensial literasi digital yaitu memahami konteks, cognitive (meluaskan pikiran), konstruktif (menciptakan hal positif), komunikatif, kreatif dan kritikal (kritis menyikapi isi konten).

Dari data Kominfo bahwa ada sekitar 800 ribu situs yang terindikasi sebagai penyebar hoax, konten bernada SARA, terorisme, ujaran kebencian dan sebagainya. Titi Saputro, S.Pd Pengurus PW Fatayat NU Lampung mengambil dari sisi lain yaitu mencegah radikal dalam budaya digital dimana ciri khusus masyarakat budaya antara lain daya pemikiran yang kritis dan daya pemikiran mandiri. Penangkalannya adalah dengan humanis, inklusivisme (keterbukaan terhadap unsur positif), toleransi dan demokrasi dalam berpendapat dan berpikir.

Dalam menangkal kejahatan radikal, menurut Dr. Siti Nabla, S.Sos.I,M.Pd Praktisi Pendidikan, cukup penting juga peran orang tua dalam memberikan ajaran tentang keamanan internet untuk anak yaitu dengan membangun komunikasi, kepercayaan, edukasi dan kontrol.

Gelagat yang perlu dicermati orang tua saat anak berinternet antara lain menerima pesan yang tidak biasa, menutup layar monitor dengan cepat, mengakses internet hingga larut malam, menemukan foto asing di komputer, mengubah pasword secara diam diam dan sebagainya.

Dr. Siska mengajak masyarakat untuk memanfaatkan tren media sosial dalam masa pandemi dimana kita harus menjadikan pandemi covid sebagai peluang (produktif) bukan untuk berdiam diri. Salah satu caranya adalah dengan menjadikan konten branding bisnis Anda edukatif, inspiratif, entertain dan convince (yang terpercaya secara pelayanan dan produk).

Gunakan multi channel platform media sosial agar meningkatkan awareness (kesadaran akan kehadiran Anda). Key Opinion Leader oleh Ridzky Surya seorang Public Figure memberikan sharing session di akhir webinar dengan membahas tentang platform media sosial adalah media yang sering digunakan untuk melakukan radikalisme, dan mari kita semua untuk menangkal semua yang berbau radikalisme