Literasi Digital Bekal Melawan Kejahatan Radikal

4
Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.(Foto : Info31.id / Pool / Dok. Kemenkominfo).

KAMPAR, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam webinar, Jum’at (10/9/2021). Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Terdapat 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital. Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Riau, Drs. H. Syamsuar, M.Si., memberikan sambutan pembuka dan dukungan penuh untuk Literasi Digital Kominfo 2021.

Webinar membahas tentang “Literasi Digital Bekal Melawan Kejahatan Radikal” oleh para narasumber yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang content creator yang akan memberikan sharing session.

Dalam literasi digital kini masih memiliki peran di masyarakat dalam melawan kejahatan secara radikal. Menurut Infa Wilindaya, sebagai Dosen Ilmu Komunikasi Univ, Muhammadiyah Riau, menjelaskan masa remaja merupakan masa di mana emosi dan kejiwaan mereka masih labil. Eksistensi dan pencarian jati diri kerap menjadi penyebab mengapa anak-anak muda ini mudah tergiur dan terpapar paham radikal.

Maka tidak heran jika mereka akan banyak menghabiskan waktu di sela-sela aktivitas belajar untuk sekedar bermain game online maupun berselancar di dunia maya. Pada saat itulah mereka dapat dengan mudah menemukan narasi-narasi paham radikal dan intoleran yang disebar di berbagai platform media sosial. Jika intensitas penggunaan media sosial ini tidak diimbangi dengan literasi dan kemampuan berfikir kritis maka anak-anak muda ini akan dengan mudah terpapar paham radikalisme.

Perlu diketahui bahwa setiap perbuatan kita dimana pun berada akan memberikan konsekuensi terhadap kita dan orang lain, baik itu dalam bentuk format online atau offline. Dalam hal itu para pengguna internet perlu yang namanya proteksi diri di media sosial dengan cara menjaga jari untuk menjauhkan dari pidana.

Berikut langkah-langkah proteksi diri pengguna internet di media sosial di antaranya keamanan password, lindungi data pribadi, berhati-hati terhadap sesuatu yang kita ikuti di media sosial, tidak memberikan komen berbau SARA atau yang bersifat fitnah dan merendahkan martabat orang lain, serta biasakan verifikasi informasi yang diterima sebelum dibagikan kembali.