Literasi Digital Bekal Melawan Kejahatan Radikal

7
Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. (Foto: Info31.id / Pool / Dok. Kemenkominfo).

MUARA JAMBI, Info31.id – Meskipun sering kali literasi digital dianggap kecakapan menggunakan internet dan media digital, namun acapkali penguasaan teknologi disebut paling utama. Padahal literasi digital merupakan sebuah konsep dan praktik, bukan sekadar menitikberatkan pada kecakapan menguasai teknologi.

Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi, Semuel Abrajani Pangerapan, dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Literasi Digital Bekal Melawan Kejahatan Radikal”, Selasa (21/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Presiden RI Bapak Jokowi, memberi sambutan serta mendukungan Literasi Digital Kominfo 2021.

Menurut Semuel, untuk mengantispasi radikalisme di dunia maya, masyarakat sebaiknya lebih teliti terhadap keabsahan organisasi berikut susunan pengurus dan alamat resminya. Kemudian, pelajari agama secara paripurna pada ahlinya, kenali modus perekrutan gerakan radikal, tolak dengan tegas bila diajak kajian-kajian yang sembunyi-sembunyi.

“Masyarakat juga harus kritis serta budayakan berdialog dengan orang lain bila mendapatkan materi yang sulit dimengerti. Tanamkan sikap nasionalisme sebagai wadah untuk anak muda, berdayakan komunitas, pendekatan kearifan lokal, perbanyak kompetisi bakat, dan hidup berkualitas,” paparnya.

Leoni Angela Widia, Freelance dan MC dalam Key Opinion Leader, menyimpulkan bahwa saat berdigital, masyarakat perlu memahami aturan-aturan yang ada terlebih dalam penyebaran konten, jangan sampai menyebarkan informasi berbau SARA dan hoaks.