Literasi Digital Bekal Melawan Kejahatan Radikal

27

Ogan Ilir, info31.id – Dalam  era digital yang canggih saat ini, penyebaran informasi ke masyarakat menjadi sangat cepat. Selain dampak postig, penyebaran informasi yang sangat cepat ini juga berdampak negative. Yang paling krusial adalah mudahnya pengguna internet terpapar oleh paham-paham radikalisme yang tersebar di dunia digital.

IPTU Mahmud, sebagai Kanit Sipatwal Airud Polda Sumsel, menjelaskan radikalisme bukan persoalan siapa pelaku, kelompok dan jaringan, namun lebih dari pemahan atau tindakan yang memiliki akar keyakinan, dokterin dan ideologi yang dapat menyerang kesadaran masyarakat.

“Keberadaan media sosial yang menjadi akses bagi penyebaran berita hoax dan radikalisme, akhir ini memang mengkhawatirkan. Mereka sengaja membuat berita hoax untuk propaganda yang tujuannya menciptakan suasana tidak kondusif,” ujarnya dalam webniar “Literasi Digital Bekal Melawan Kejahatan Radikal” yang digelar Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Survei LSI 2010 di 33 Provinsi terkait radikalisme sosial keagamaan menunjukkan bahwa resistensi masyarakat terhadap tindakan radikal masih belum kuat. Kareanya, peran pemuda saat ini sangat dibutuhkan dalam mebangkitkan semangat nasionalisme untuk mencegah paham radikalisme dan terorisme.

Dia menambahkan, masyarakat hendaknya berpegang pada pemberitaan media-media arus utama sebagai acuan mendapatkan informasi serta berpegang pada media online mainstream yang memuat berita lebih bisa dipertanggungjawabkan ketimbang media sosial yang sumbernya tidak jelas.

“Potensi ancaman radikalisme dan terorisme dapat muncul sewaktu-waktu maka perlu diambil langkah-langkah preventif oleh seluruh elemen baik pemerintah maupun masyarakt. Pemuda dan elemen-elemen lainnya dapat berperan aktif untuk mencegah munculnya paham radikalisme dan terorisme,” pungkasnya.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL.