Literasi Digital Bekal Melawan Hoax

15

Pasaman, Info31.id – Hoaks atau kabar palsu makin merebak dan terus menyebar di semua kalangan. Hoax menyebar melalui media social dan juga aplikasi percakapan.

Praktisi pendidikan, Mukhlis, memaparkan Kabar hoaxs biasanya sengaja dibuat untuk mencapai tujuan tertentu dan mendapatkan keuntungan dari dampaknya. Topiknya pun beragam, mulai dari politik, ekonomi hingga kesehatan yang makin mencuat seiring pandemi virus corona covid-19 tahun ini.

“Contohnya adalah situs berita palsu yang membuat berita palsu dengan tujuan untuk mendapatkan pengunjung yang banyak pada situs yang dibuatnya. Dengan banyaknya pengunjung suatu situs maka pemilik situs tersebut akan mendapatkan keuntungan dari penayangan iklan yang ada di dalamnya,” ujarnya dalam webniar “Literasi Digital Bekal Melawan Kejahatan Radikal” yang digelar Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, di Pasaman, Sumatera Barat, beberapa waktu lalu.

Ditambahkan, dalam beberapa kasus, hoaks juga digunakan sebagai media untuk mengadu domba, menyebar fitnah, mencemarkan nama baik, membuat kepanikan serta menjatuhkan orang atau golongan tertentu.

Dalam sesi sharing, Mei Hanum Sahef, seorang Influencer membagikan pengalamannya tentang hoax dan komentar negatif.

“Kita harus mengecek ulang setiap kabar yang ada di medsos, dan untuk komentar negatif di medsos, kita harus siap menerimanya.  Jika kita mempunyai hatters kita tidak perlu menanggapinya, jadikan motivasi untuk lebih bangkit dan lebih semangat dalam berkarya,’ jelasnya.

Kegiatan webniar ini merupakan bagian dari gelaran Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL.