Literasi Digital bagi Tenaga Didik dan Anak Didik

20

LIMA PULUH KOTA, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam webinar, Kamis (16/9/2021). Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Terdapat 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital. Keynote Speaker Gubernur Provinsi Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan dan mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Webinar membahas tentang “Literasi Digital bagi Tenaga Didik dan Anak Didik di Era Digital” oleh para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session.

Literasi digital indonesia, secara umum yang dimaksud dengan literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat, dan mengomunikasikan konten atau informasi, dengan kecakapan kognitif maupun teknikal.

Penting literasi digital agar dapat berpikir kritis, kreatif, dan inovatif, memecahkan masalah, berkomunikasi dengan lebih lancar, dan berkolaborasi dengan lebih banyak orang. Pembelajaran abad 21 adalah suatu pembelajaran yang bercirikan Learning skill, skill dan literasi.

Learning skill yaitu kegiatan pembelajaran yang didalamnya ditandai dengan adanya kerjasama, komunikasi, berfikir kritis dan kreatif. Skill yaitu kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu yang sifatnya spesifik, fokus namun dinamis yang membutuhkan waktu tertentu untuk mempelajarinya dan dapat dibuktikan.

Indikator literasi digital di sekolah untuk basis budaya sekolah antara lain, jumlah dan variasi bahan bacaan dan alat peraga berbasis digital, frekuensi peminjaman buku bertema digital, jumlah kegiatan di sekolah yang memanfaatkan teknologi dan informasi, jumlah penyajian informasi sekolah dengan menggunakan media digital atau situs laman.

Jumlah kebijakan sekolah tentang penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan sekolah, dan tingkat pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi dan komunikasi dan komunikasi dalam hal layanan sekolah, misalnya, rapor-e, pengelolaan keuangan, dapodik, pemanfaatan data siswa, profil sekolah, dan lain-lain.