Literasi Digital Bagi Tenaga Didik dan Anak Didik di Era Digital

16

BANYUASIN, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam webinar, Jum’at (17/9/2021). Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Terdapat 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital. Keynote Speaker Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, H. Herman Deru, S.H; Bupati Kabupaten Banyuasin, H. Askolani, S.H., M.H; dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan dan mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Webinar membahas tentang “Literasi Digital Bagi Tenaga Didik dan Anak Didik di Era Digital” oleh para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session.

Fathur Rahman, S.Sos.I., M.Si sebagai Seklur Jakabaring Selatan mengatakan batasan kebebasan sebagai seorang pendidik dan peserta didik untuk berekspresi di dunia digital adalah mengutamakan terhindar dari pengaruh buruk kemajuan teknologi, yaitu diperlukan pembimbingan dan pengawasan kepada peserta didik, baik oleh guru, maupun orang tua, agar pengaruh positif dari kemajuan teknologi digital dapat bermanfaat, baik bagi pendidik maupun peserta didik dalam proses pembelajaran.

Agung Ilham Triana, SE., MM.Par menuturkan, peran pendidik dan orang tua dalam mendidik generasi alpha diantaranya melakukan eye contact dan komunikasi dua arah dengan anak karena hal ini penting bagi perkembangan anak. Beri anak permainan edukatif. Bila melalui gadget, usahakan Anda lebih interaktif. Contoh, pilih aplikasi yang membuat anak mengerti bentuk, warna, menyusun puzel, atau menirukan suara binatang dan aktivitas seru lainnya dengan bantuan gadget.

Sebagai orang tua juga kita perlu mengawasi anak dalam bermain gadget, untuk menghindari hal negarif. E. Rizky Wulandari, S. Sos., M.I.Kom memaparkan bahwa potensi bahaya yang akan didapatkan anak jika berinternet adalah cyberbullying, hampir 34% anak-anak usia 12–17 tahun pernah mengalami cyberbullying di beberapa titik dalam hidup mereka, dan 11,5% telah menindas orang lain secara online.

Online Predators, orang dewasa yang menggunakan internet untuk membujuk anak-anak melakukan eksploitasi seksual atau jenis eksploitasi kasar lainnya dianggap sebagai predator online. Astiriyana menambahkan ada pun bahaya pornografi antara lain, otak depan mengecil, fungsi otak menurun, perubahan emosi, dan berperilaku kasar.

Cara mencegahnya dengan memberikan perhatian, kasih sayang, penghargaan, dan pemahaman agama kepada anak. Key Opinion Leader oleh Ana Livian sebagai Mom Influencer mengatakan literasi digital bagi tenaga didik dan anak didik di era digital sangat penting untuk mendidik anak menjadi anak yang berkelakuan baik. Sebagai tenaga didik kita harus memastikan pendidikan anak di sekolah sudah sesuai dengan perkembangan anak.