LinkAja – BSI Kolaborasi, Dorong Transaksi Digital Syariah

39

JAKARTA, info31.id – Dalam upaya  mendorong  transformasi transaksi digital syariah guna mewujudkan inklusi keuangan di Tanah Air,  PT Fintek Karya Nusantara melalui Layanan Syariah LinkAja berkolaborasi dengan PT  Bank  Syariah  Indonesia  Tbk  (BSI)  dalam layanan  syariah.

Direktur Marketing  LinkAja, Wibawa Prasetyawan mengatakan, kolaborasi Layanan  Syariah  LinkAja  dengan  Bank  Syariah  Indonesia  (BSI)  menghadirkan  lebih banyak pilihan untuk mendukung pengalaman bertransaksi menggunakan Layanan Syariah LinkAja dengan ekosistem dan layanan transaksi digital yang paling lengkap, mudah dan tetap mengikuti kaidah-kaidah syariah.

“Kami harap  Layanan  Syariah  LinkAja  sebagai  satu-satunya  layanan  keuangan  elektronik berbasis syariah ikut mensukseskan dan berkontribusi dalam  Master Plan Ekonomi Syariah yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo di tahun 2019 untuk menjadikan Indonesia yang mandiri, makmur, dan madani serta menjadi Pusat Ekonomi Syariah terkemuka di Dunia,” ujar Wibawa Prasetyawan usai penandatanganan MoU Penjajakan Kerja Sama Pemanfaatan Layanan Perbankan Syaria, Kamis  (25/11).

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi  mengatakan, akselerasi digital menjadi salah satu fokus BSI dalam menggenjot kinerja bisnis dan meraih pertumbuhan yang berkelanjutan.  Menurutnya, BSI akan terus melakukan transformasi digital untuk menghadirkan kemudahan layanan keuangan bagi nasabah dan masyarakat, termasuk melalui strategi memperluas sinergi dan kerja sama dengan mitra strategis.

Baca Juga: Peringati Hari Pelanggan, BSI Perkuat Ultimate Service melalui Transformasi Digital

Kuatnya akselerasi digital BSI tercermin dari transaksi kumulatif BSI Mobile yang mencapai 74,24  juta  transaksi  atau  tumbuh  133%  yoy.  Hal  lain  juga  ditunjukkan  dengan  kenaikan transaksi melalui e-channel pada September 2021 yang mencapai 162,40 juta transaksi atau 95%  transaksi  di  BSI  sudah  menggunakan  e-Channel.  Sedangkan  sisanya  sebanyak  5% masih menggunakan layanan di teller.

“Kami berharap bersama Layanan Syariah LinkAja ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Indonesia dalam mengakses semua  layanan perbankan syariah, salah satunya rencana  pembukaan  rekening  Bank  Syariah  Indonesia  (BSI)  secara  daring  melalui  aplikasi LinkAja dan Layanan Syariah LinkAja”, ujar Hery.

Layanan Syariah LinkAja menjadi terobosan baru untuk ekosistem transaksi digital syariah. Sebagai uang elektronik Syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi kesesuaian syariah dari DSN (Dewan Syariah Nasional) MUI dan pengembangan fitur syariah dari Bank Indonesia, Layanan Syariah LinkAja secara progresif terus mengembangkan  ekosistem  pembayaran  syariah  yang  aman,  jujur,  dan  terintegrasi  bagi masyarakat.

Melalui  kolaborasi  dengan  Bank  Syariah  Indonesia,  Layanan  Syariah  LinkAja  secara  masif memfasilitasi beragam transaksi pembayaran berbasis syariah yang diharapkan dapat memudahkan  masyarakat  Indonesia  dalam  rangka  memenuhi  kebutuhan  dasar  sehari-hari seperti pembayaran tagihan, pembelian token listrik, transportasi, belanja di pasar, supermarket, e-commerce hingga fitur pembayaran islami yang lebih spesifik seperti pembayaran  zakat,  infaq,  kurban,  investasi  syariah,  hingga  pendaftaran  haji  secara  online.

Solusi pembayaran tersedia hanya dalam satu aplikasi, karena Layanan Syariah LinkAja Berkah untuk Semua.

“Dengan jumlah pengguna LinkAja saat ini yang mencapai lebih dari 79 juta pengguna, dan lebih dari 5,8 juta pengguna Layanan Syariah LinkAja, LinkAja berupaya terus mengeksplorasi potensi-potensi  negeri,  mengedukasi  masyarakat  sekaligus  memudahkan  akses  layanan keuangan digital agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang dapat merasakan manfaat yang berarti,” tutup Wibawa Prasetyawan.

Empat Program Kolaborasi

Ruang  lingkup  kolaborasi  strategis  antara  Layanan  Syariah  LinkAja  dengan  BSI mencakup empat  program  utama  yakni;  (1)  Program  promosi  bersama  yang  mencakup  dan  tidak terbatas untuk Ekstra Saldo Berkah bonus top up saldo dan transfer; (2) Program disbursement  tunjangan  untuk  karyawan  BSI  melalui  aplikasi  LinkAja;  (3)  Kerjasama  dan integrasi  produk  Cardless  Withdrawal,  Buka  Rekening  Online,  Transfer  Saldo  LinkAja  ke Rekening  BSI  dan  Virtual  Account  BSI;  dan  (4)  Program  –  program  lainnya  dalam  rangka meningkatkan layanan keuangan syariah di Indonesia.

Sementara  itu,  Wakil  Menteri  Agama  RI Zainut  Tauhid  Sa’adi   mengatakan, Indonesia  memiliki  potensi    yang  besar  dalam  pengembangan  ekonomi  dan  keuangan syariah.  Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, menjadikan Indonesia sebagai tren yang baik dalam perdagangan produk halal di dunia.

“Melalui sinergi strategis Layanan  Syariah  LinkAja  dengan  BSI,  diharapkan  dapat  menjadi  pelopor  yang  baik  untuk transformasi  digital  bagi  ekosistem  syariah  yang  berkelanjutan,  dan  semua  masyarakat Indonesia dapat memiliki literasi yang baik akan penggunaan sistem pembayaran elektronik berbasis syariah,” ujar Wamenag Zainut Tauhid.

Wakil  Menteri  BUMN  II  Kartika  Wirjoatmodjo menegaskan, keberadaan  industri keuangan  syariah  di  Indonesia  memang  telah  mengalami  peningkatan  dan  perkembangan yang  signifikan.  Untuk  itu    fasilitator  keuangan  syariah  baik  perbankan  maupun  e-wallet  berperan penting pada seluruh aktivitas ekonomi dalam ekosistem industri halal.

“Kolaborasi antara  layanan  perbankan  Bank  Syariah Indonesia  (BSI),  sebagai  bank syariah  terbesar  di Indonesia dan e-wallet Layanan Syariah LinkAja, sebagai e-wallet berbasis syariah pertama dan  satu-satunya  di  Indonesia  ini  menunjukkan  tren  yang  positif,  dengan  inovasi  produk, peningkatan  layanan  serta  pengembangan  ekosistem  digital bagi masyarakat Indonesia,” tegas Wamen BUMN II Kartika Wirjoatmodjo.