Lindungi Diri di Dunia DIgital

6
Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.(Foto : Info31.id / Pool / Dok. Kemenkominfo).

Toba,info31.id – Kejahatan siber bisa berupa pencurian data. Untuk mencegahnya pengguna internet harus memahami bahwa penting melindungi diri di dunia digital baik dalam bermedsos ataupun bertransaksi secara digital.

Ari Utami, praktisi radio Andika Kediri mengatakan, kebocoran data bisa terjadi lewat transaksi digital, salah satunya ketika penggunaan internet menggunakan wifi publik dalam transaksi digital.

“Menggunakan wifi publik rawan pencurian data, juga waspadai pengintai, hampir serupa dengan hacker, dan snooper bisa leluasa mengintip browser atau laman internet yang sedang kita kunjungi,” jelasnya dalam webniar “Lindungi Diri di Dunia Digital’ yang digelar  Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika di Toba, Sumut, beberapa waktu lalu.

Ari menekankan pentingnya memahami etika digital untuk melindungi diri di dunia digital. Etika digital adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola perilaku berinternet dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sesi sharing, Tya Yustia, Content Creator dan TV Presenter menambahkan, masih banyak penggunaan media digital belum optimal.

“Jangan sembarangan memposting di sosial media, berpikir dulu sebelum posting, gunakan internet untuk tujuan yang positif yang, dan harus jaga diri di dunia digital, agar kita tidak terkena hal negatif di dunia digital,” katanya.

Kegiatan webinar “Penting Jaga Keamanan di Ruang Digital” merupakan rangkaian dari Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL.