Lindungi Diri Di Dunia Digital

9
ilustrasi kejahatan siber

LAMPUNG TENGAH, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam webinar, Selasa (14/9/2021). Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Terdapat 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital. Keynote Speaker Gubernur Lampung, Ir. H. Arinal Djunaidi dan Presiden RI Jokowi. “Lindungi Diri Di Dunia Digital” menjadi tema besar dengan para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session di akhir webinar.

Dalam melindungi kita di dunia digital, kita harus paham akan keamanan digital. Tresnawati, S.Pd Guru Perhotelan SMK Bahagia Bandung menjelaskan dalam keamanan digital salah satunya adalah jejak rekam digital kita sendiri, karena media sosial kita merupakan cermin dari diri kita. Jangan sampai meniggalkan jejak rekam yang negatif karena bagaikan bom waktu yang siap meledak dan bom ini bisa dimanfaatkan oleh semua pihak yang berniat jahat.

Jagalah akun media sosial Anda karena semua yang Anda lakukan pasti akan tertinggal dan tidak mudah untuk dihapus. Dewi Masitoh, M.Pd Dosen IAIN Metro menjabarkan tentang bijak di kolom komentar di media sosial agar rekam jejak kita baik.

Etika berkomentar menurut Dewi antara lain jangan menyimpang dari isi konten, santun, jangan berkomentar untuk memprovokasi konten atau pemilik akun tersebut. Apabila kita terpengaruh dengan komentar negatif yang ada maka kita harus mempunyai sikap sendiri untuk menetralisir dan bukan menambah keksiruhan yang menjadi perdebatan tanpa batas.

Di sisi lain Joko Suryono CEO Papeja Group membahas tentang jenis jenis mesin pencarian dan tips memilah informasinya. Ada beberapa jenis mesin pencarian diantaranya Google, Bing, Yahoo, Ask, Duckduckgo dan Baidu. Jangan lupa untuk cek dan ricek informasi yang didapat, pastikan informasi tersebut dari hasil sumber yang terpercaya dan hati hati dengan informasi hoax.

M. Hefki Ketua Umum PGK Lampung memaparkan tentang perbedaan demokrasi dan toleransi bagi gen Y (1980 – 1990), Gen Z dan Gen Aplha dimana Gen Y lebih ke relation, Gen Z sebagai solve problem dan Gen Alpha orang yang selalu Coriousity. Sebagai influencer di era 4.0 lebih demokratis, komunikatif dan produktif.

Webinar ditutup oleh pemaparan Adhietya Mukti seorang musisi yang menjadi Key Opinion Leader dengan menceritakan bahwa dirinya sebagai musisi yang aktif berkarya selalu berusaha memberikan hal yang inspiratif melalui akun media sosialnya, dengan demikian para netizen tergerak untuk menjadi trensetter dan bukan follower.