Lima Alasan Kayu Jabon dan Sengon Indonesia Diminati Pasar Eropa

114
Produk olahan kayu sengon yang memilki kualitas ekspor (foto: Info31.id/Budi Prakoso)

Jakarta, Info31.id – Tanaman keras jenis pohon jabon dan sengon  yang banyak dijumpai di hampir seluruh pulau di Indonesia, ternyata memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Negara – negara Eropa bahkan mengakui produk kayu sengon dan jabon  Indonesia memiliki kualitas kayu yang tinggi.

Menurut  Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi, terdapat  lima  alasan  utama  kayu  ringan  Indonesia  lebih  unggul  dibanding  dari negara pesaing. Pertama, melalui SVLK, Indonesia merupakan satu-satunya negara dengan sistem verifikasi legalitas kayu terbaik yang diterima Euro Forest Law Enforcement, Governance and Trade(FLEGT)

Selain alasan tadi, industri  kayu  Indonesia  telah  bertransformasi  tidak  lagi  mengambil  kayu  dari  hutan  alam namun, hasil  perkebunan  yang  tidak  merusak  hutan.  Jenis kayu sengon dan  jabon, merupakan  sahabat  alam  karena  merupakan  salah  satu tanaman legum  yang  mampu  menyerap  emisi  CO2 dan  menyalurkannya  menjadi  nitrogen  dalam tanah.

Alasan ke ketiga, menurut Didi, Indonesia telah memiliki perusahaan pionir yang mampu memproduksi produk kayu ringan yang  inovatif. “Diharapkan ini menjadi lokomotif bagi perusahaan kayu yang skalanya lebih kecil,”katanya.

Bahkan untuk mengelola serius industri kayu jenis sengon dan jabon, dalam waktu dekat akan  segera  ditandatanganinya  kerja sama  antara tiga  organisasi  internasional  yaitu Swiss  Import  Promotion  Program(SIPPO)  dan Fairventures  Worldwideserta Import  Promotion  Program(IPD)  Jerman  yang  akan  mengawal pengembangan kayu ringan sejak hulu sampai hilir.

Ke empat,  kayu  ringan  mendukung  ekonomi  kerakyatan  yang  memungkinkan  rumah  tangga  di pedesaan  mendapatkan  penghasilan  tambahan  dari  menanam  kayu  sengon  atau  jabon

Ke lima, sengon dan jabon dapat tumbuh dengan cepat dan menghasilkan dalam kurun waktu lima tahun dan tidak ada kayu ringan di dunia yang sama seperti pohon sengon dan jabon.

Didi  menambahkan,  produk  kayu  dunia  mempunyai  potensi  pasar  sebesar  USD  210  miliar.  Pada 2020,  produksi  kayu  dunia  secara  keseluruhan  sebesar  2,57  miliar  m3 dan  kontribusi  kayu  tropis tercatat  sebesar  330  juta  m3 untuk suplai.  Saat  ini  tren  konsumen  dunia  cenderung  memilih produk kayu yang mengusung prinsip keberlanjutan.