Lembang Nonongan Diharapkan Jadi Desa Wisata Mandiri Berkelanjutan

46
Menparekraf berkunjung ke Desa Wisata Lembang Nonongan, Toraja Utara yang merupakan salah satu dari 50 besar desa wisata terbaik pada ajang ADWI. (Foto: info31.id/Pool/Dok. Kemenparekraf)

TORAJA UTARA, info31.id – Visitasi ke Desa Wisata Lembang Nonongan di Toraja Utara Sulawesi Selatan dilakukan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.

Desa Wisata Lembang Nonongan masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 untuk kategori desa wisata rintisan.

Menparekraf Sandiaga Uno berharap ke depannya Desa wisata yang berada di sekitar kaki Gunung Sopai ini terus berkembang sebagai destinasi unggulan di Toraja Utara mengingat berbagai potensi kearifan lokal yang dimiliki. Menparekraf mendorong agar Lembang Nonongan juga meningkat statusnya dari desa wisata rintisan menjadi desa wisata mandiri berkelanjutan.

“Desa Wisata Lembang Nonongan terpilih menjadi 50 desa wisata terbaik. Ini adalah kesempatan kita untuk membangkitkan ekonomi, kembali menjadikan Toraja dan Toraja Utara sebagai destinasi unggulan,” kata Sandiaga Uno, Senin 22 November 2021.

Baca Juga: Desa Wisata Religi Bubohu di Gorontalo Lolos 50 Besar ADWI 2021

Desa Wisata Lembang Nonongan dikenal sebagai desa agraris. Kehidupan masyarakat Desa Lembang Nonongan begitu bersahaja, bagaimana manusia menjaga hubungan manusia dengan alam lingkungan sebagai sumber sekaligus pendukung kehidupan, di mana masyarakat masih mempertahankan kebiasaan-kebiasaan leluhur mereka.

Desa Wisata Lembang Nonongan menawarkan beberapa atraksi kehidupan masyarakat untuk dinikmati wisatawan. Seperti To Mangrengnge’ Pare yang merupakan kegiatan masyarakat memanen padi, To Ma’lambuk sebagai kegiatan tumbuk padi, To Mangrengnge’ Utan, kegiatan masyarakat memanen hasil hutan, serta To Mewai, kegiatan masyarakat mengambil air di sungai.

Desa ini dikenal akan ragam seni dan budaya. Seperti Pa’ Gellu’, yang merupakan tarian sukacita yang biasa dipentaskan pada upacara adat. Kemudian Pa’randing, merupakan tarian adat yang dimainkan pada saat upacara adat kematian.

Tarian Pa’randing mengawali prosesi ketika jenazah dibawa dari lumbung padi menuju tempat upacara pemakaman, Rante. Juga Pa’dena’-dena’, tarian yang memiliki makna hidup dalam kebersamaan berdampingan antar manusia, alam, dan hewan.

Sementara dari sisi kuliner, seperti kue Depatori, kue yang berasal dari tepung beras yang dicampur dengan gula merah. Juga Pa’piong, olahan makanan seperti ayam, ikan, maupun daging yang dimasak menggunakan bambu. Desa Wisata Lembong Nonongan juga kaya akan ragam kain tenun dan hiasan manik-manik.

Baca Juga: Kota Solo Didorong Jadi Pilot Project Wellness Tourism Indonesia

Selain itu, Desa Wisata Lembang Nonongan juga memiliki Tongkonan Nonongan. Tongkonan Nonongan merupakan rumah adat yang tertua serta memiliki historis tinggi, baik dari segi mitologi masyarakat Toraja maupun dari sistem kebudayaan serta adat istiadat yang berlaku hingga sekarang.

“Tadi saya melihat begitu banyak produk yang berpotensi bisa membuka usaha dan lapangan kerja. Akan menarik jika kita terus berinovasi, beradaptasi dan berkolaborasi,” kata Sandiaga.

Untuk mendukung pengembangan potensi ke depannya, Menparekraf mengatakan pihaknya akan menyiapkan pendampingan bagi pokdarwis setempat tentang pengelolaan desa wisata.

Nama Adat

Dalam kesempatan ini, Menparekraf Sandiaga Uno mendapat kehormatan berupa pemberian nama adat Tandipau’, yang disematkan Ketua Lembaga Adat Lembang Wisata Nonongan, Tete Bumbungan. Penyematan nama adat ditandai dengan pengalungan sarung berwarna putih.

Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang, mengucapkan terima kasih dengan penetapan Desa Wisata Lembang Nonongan menjadi salah satu desa wisata terbaik di ajang ADWI 2021. Pihaknya bersama masyarakat berkomitmen memperkuat kearifan lokal yang ada sehingga dapat menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan.

“Kami sangat bersyukur atas hari ini, semoga ke depan dapat membangkitkan ekonomi kita di tengah pandemi,” ujar Bupati Yohanis Bassang.