Konten Digital: Hak Cipta dan Etika

14

Konten Digital: Hak Cipta dan Etika

BANYUASIN, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam webinar, Jum’at (10/9/2021). Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Terdapat 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital. Hadir dalam webinar, Bupati Banyuasin H. Askolani, S.H.,M.H dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021. Tema webinar “Konten Digital: Hak Cipta dan Etika” oleh para narsum yang mempunyai kompetensi dibidangnya disertai oleh seorang Key Opnion Leader yang memberikan sharing session di akhir webinar.

Hak cipta di ranah digital dijelaskan oleh Yudiana Indriastuti Koorprodi Pariwisata / Dosen adalah merupakan bagian dari Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Salah satu arti dari Hak Cipta adalah hak esklusif pencipta atau pemegang hak cipta untuk mengatur hasil penggunaan gagasan (ide).

Ciptaan yang dilindungi antara lain buku, program komputer, seni rupa, fotografi, hasil ceramah, musik dan sebagaiya dimana hampir semua perlindungan tertera di dalam konten digital khususnya di konten media sosial. Yudiana mengingatkan agar menghindari plagiarisme dengan mencantumkan sumber, daftar pustaka dan sebagainnya di dalam konten yang kita posting dan share.

Surtini, S.Pd Guru SMPN 1 Talang Kelapa menjabarkan tentang contoh etika bermedia sosial seperti etika berkomunikasi, hindari SARA, ujaran kebencian dan sebagainya. Untuk menghindari pelanggaran hak cipta di media digital khususnya di media sosial antara lain usahakan mendapatkan ijin dari sumbernya, cari informasi apakah konten yang mau kita gunakan menyediakan ijin atau apakah berbayar.

Di era digital ini jangan melupakan kelompok Gen Aplha yaitu yang lahir di era teknologi yang berkembang pesat dan karaktersitik mereka adalah transformatif yang dijelaskan oleh Dr. Rosi Sastra Purna, M.Psi.Psikolog Dosen UNAND.

Karakteristik transformatif mereka antara lain dekat dengan teknologi, terbuka ide dan perubahan baru, interaksi melalui media sosial, belajar dengan cepat, kurang memiliki life skill di dunia nyata dan sebagainya. Pekerjaan yang berkembang di Gen Aplha diantaranya content creator / writer, software developerd dan design grafis.

Dicky Dwi Putra, SH Kasubsi Ekonomi Keuangan Kejaksaan Negeri Banyuasin menberikan beberapa contoh tentang isu isu pokok yang berhubungan dengan etika dibidang pemanfaatan teknologi Informasi, yaitu CyberCrime, Cyber Ethic, E Commerce dan Pelanggaran Hak Atas Kekayaan Intelektual.

Webinar berakhir dengan sharing session oleh Sevira Elda seorang Content Creator yang menceritakan tentang hasil yang dibuatnya adalah karya yang harus dilindungi dan Kita sudah mempunyai payung hukum yaitu UU Hak Cipta. Manfaatkan hal tersebut apabila Anda mempunyai sebuah karya, langsung daftarkan ke Hak Kekayaan Intelektual untuk mendapatkan Hak Cipta.