Konten Digital Hak Cipta dan Etika

7
Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.(Foto : Info31.id / Pool / Dok. Kemenkominfo).

INDRAGIRI HILIR, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam webinar, Sabtu (18/9/2021). Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Terdapat 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital. Keynote Speaker Gubernur Riau, Drs. H. Syamsuar, M.Si dan Bp. Presiden RI Jokowi memberikan sambutan dan mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Webinar membahas tentang “Konten Digital Hak Cipta dan Etika” oleh para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session.

Hak cipta di ranah digital adalah menyediakan hak cipta yang akan digunakan oleh publik agar dapat menyelesaikan konflik hukum hak cipta di era digital. Hak cipta, saat ini bukan sekedar merujuk pada karya music atau lagu, film dan video, sastra, karya drama, dan artistic lainnya. Akan tetapi di era teknologi digital, areanya lebih luas lagi.

Semakin maraknya penggunaan internet, semakin mudah kita mengakses apapun. Akses yang mudah dunia maya ini, juga memicu pelanggaran hak cipta. Dengan teknologi MP3, lagu bisa kita download free, demikian juga dengan movie. Software yang tidak memungkinkan dibeli dengan harga yang mahal, munculah versi bajakan.

Dengan perlindungan terhadap hak cipta, sang creator makin semangat karena merasa aman dengan karyanya. Inilah pentingnya perlindungan terhadap karya cipta, menurut Nono Suparno sebagai Praktisi Periklanan dan Konsultasi Media Cetak Elektronik dan Digital.

Nike Wahyuni, M.Psi., CH., C.Ht sebagai Guru BK SMP Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru mengatakan digital ethics kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan Cyber bullying merupakan perilaku agresif dan bertujuan yang dilakukan suatu kelompok atau individu, menggunakan media elektronik, secara berulang-ulang dari waktu ke waktu, terhadap seseorang yang dianggap tidak mudah melakukan perlawanan atas tindakan tersebut.

Key Opinion Leader oleh Bemby Noor sebagai Influencer menambahkan, manfaat dari dunia digital adalah bisa meningkatkan branding, memperluas koneksi, memperkuat bisnis. Literasi Digital ini sangat mendukung, agar agar para pengguna jejaring lebih positif dalam bermedia sosial. Marilah bijak dalam menggunakan internet, agar Indonesia makin Cakap Digital.