Kesiapan Masyarakat Menghadapi Transformasi Digital

7

TEBO, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam webinar, Jum’at (10/9/2021). Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Terdapat 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital. Sebagai Keynote Speaker adalah Dirjen Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Tema webinar “Kesiapan Masyarakat Dalam Menghadapi Transformasi Digital” oleh para narsum yang mempunyai kompetensi dibidangnya disertai oleh seorang Key Opnion Leader yang memberikan sharing session di akhir webinar.

Pemanfaatan teknologi digital saat ini dilakukan di semua sektor, salah satunya yang harus kita pahami menurut Dr. Asril Pramutadi, S.Si.,M.Eng Dosen ITB adalah Artificial Intellegence, yang dalam kehidupan sehari-hari selalu Kita gunakan saat ini.

Jenis dari Artificial Intellegence antara lain penggunaan maps, asisten pribadi di gadget, kemudian aplikasi2 deteksi wajah, serta tontonan kita di dunia digital. Selain itu dalam transformasi digital selain kita mengenal aplikasi dan fitur terkini, kita juga wajib mengetahui fitur keamanan agar akun kita tetap aman.

Dr. Edi Prihantoro, M.I.Kom.,MMSI Ketua Program Studi S2 Gunadarma menjelaskan untuk memahami fitur kemanan digital di media sosial khususnya. Tingkatkan kecakapan digital dengan memahami media dengan baik dan sebelum menggunakan media sebaiknya pelajari dulu fitur2 yg ada, sebelum mendownload aplikasi pelajari dulu aturannya.

“Hati hati dan cermat dalam membaca ketentuan yg ada, setelah yakin baru klik setuju, baca dengan benar notifikasi yg masuk, jika ada perintah mengupload data pribadi pastikann untuk apa,” katanya.

Sultan Maulana, S.Pd Guru Bahasa Inggris SMAN 13 Tebo membahas tentang literasi digital bagi tenaga pendidik, dimana pada masa Pandemi Covid 19 para guru harus beradaptasi dengan transformasi digital dalam kegiatan pendidikan. Guru wajib mengikuti pelatihan2 atau seminar, menggunakan media digital dalam PBM, mempelajari teknologi baru dan jangan pernah merasa puas.

Bagi peserta didik juga harus menggunakan media digital secara positif, berpikir kritis dalam menyikapi setiap informasi yg diterima, serta selalu meningkatkan ilmu pengetahuan tentang teknologi. Hal ini dikarenakan semua sektor menggunakan teknologi digital dan jangan sampai anak didik kita tertinggal jauh.

Dalam dunia media sosial, Sularno, S.Pd.,M.Pd Kepala Sekolah SMAN 7 Tebo mengajak untuk selalu bijak sebelum mengunggah di media social, dan ingat metode THINK yaitu True, Helpful, Information, Needed, dan Kind. Jauhi drama di medsos, jangan oversharing, ingat jejak digital itu ada, follow akun yang tepat, stop membandingkan diri, lakukan detoks medsos secara berkala.

Jarimu adalah harimau mu sebagai pepatah di dunia digital saat ini, jangan sampai terjebak dan terkena UU ITE. Di akhir webinar Njie Adtya seorang influencer memberikan sharing session tentang bagaimana kita harus siap dengan transformasi digital saat ini karena kalau kita tidak dapat beradaptasi dengan dunia teknologi digital, maka kita akan ketinggalan jauh. Sebagai seorang influencer Njie harus terus mengikuti perkembangan agar akun kita dapat aman.