Kesiapan Masyarakat Hadapi Transformasi Digital

7
Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. (Foto : Info31.id / Pool / Dok. Kemenkominfo)

MUARO JAMBI, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam webinar, Senin (13/9/2021). Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Terdapat 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital. Keynote Speaker Direktur Jendral Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Webinar membahas tentang “Kesiapan Masyarakat Dalam Menghadapi Transformasi Digital” oleh para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session.

Digital adalah bentuk modernisasi atau pembaharuan dari penggunaan teknologi di mana sering dikaitkan dengan kemunculan internet dan komputer. Di mana segala hal dapat dikerjakan melalui suatu peralatan canggih tersebut untuk memudahkan urusan masyarakat. Manusia dan digitalisasi saling berkaitan karena dunia digital sulit untuk dipisahkan dari kehidupan manusia. Hampir semua sendi kehidupan manusia dan bisnis memanfaatkan keunggulan digital.

Transformasi digital adalah pintu masuk terjadinya perubahan. Manusia sebagai agen perubahan dalam budaya digital. Adanya transformasi digital membuat komunikasi antar masyarakat jauh lebih mudah. Bahkan dengan adanya elektronik yang canggih, mampu menghubungi atau berkomunikasi dengan jarak jauh. Kita bisa melalukan aplikasi-aplikasi canggih yang tentunya bermanfaat dan juga bisa sekaligus video call.

Saat ini kita berada dalam era Industri 4.0, sebuah istilah yang merujuk pada konsep industri di era digital atau era teknologi informasi dan komunikasi. Enam pilar dalam Industri 4.0 antara lain, masyarakat digital, energi berkelanjutan, mobilitas cerdas, hidup sehat, keamanan sipil, dan teknologi di tempat kerja.

Temuan-temuan baru dalam bidang teknologi informasi pada era Industri 4.0 telah mengubah berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan. Tantangan di era digital yaitu, integrasi dunia akademik ke dalam dunia digital yang belum optimal. Tidak meratanya jaringan, terutama di desa-desa, menjadi hambatan yang besar.

Persoalan digital skills dan digital safety, terutama di tingkat pendidikan dasar dan dewasa (resisten/tidak siap terharap perubahan). Etika akademik plagiasi semakin mudah walaupun juga diiringi dengan tools untuk mengatasinya. Nilai-nilai kebangsaan dan lokalitas menjadi sangat penting karena saluran informasi digital bisa menjadi intruder dari nasionalism.