Kemendikbud Jajaki Penggunaan Dana Bos Sistem Casless

Jakarta, ifo31.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengumumkan kebijakan terkait skema penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk tahun 2021.

Sebanyak Rp52,5 triliun telah dialokasikan untuk dana BOS bagi 216.662 satuan pendidikan jenjang SD, SMP, SMA/SMK, dan SLB di Indonesia tahun ini. Lantas bagaimana mengatisipasi penyalahgunaan dan BOS tersebut.?

Sekretaris Dirjen Pendidikan Anak Usia Dasar, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Paud Dikdasmen) Kemendikbud Sutanto mengatakan, untuk mengantisipasi penyalahgunaan dana BOS, nantinya penggunaan dana bos akan dilakukan dengan system cashlees.

“Kita sedang kembangkan, mas mentri sedang mengembangkan sistem untuk belanjanya tidak menggunakan uang cash tetapi cashlees, nanti semuanya belanjanya cashlees,” ujarnya pada diskusi FMB9 Kebijakan BOS Reguler dan DAK Fisik untuk Peningkatan Mutu Operasional Sekolah, Jumat (26/3/2021).

Sutanto menuturkan, sistem cashless ini nantinya akan dapat menghindari penyalahgunaan baik dari internal sekolah maupun luar sekolah.

“Penyalahgunaan bisa dari dalam sekolah, bahkan juga saya dengar juga ada dari luar. Kami dengar ada oknum-oknum dari luar yang datang minta uang,” Ujarnya.

Dijelaskan, penggunaan dana BOS saat ini sudah diatur dalam petunjuk teknisnya pada  Permendikbud No 6/2021 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOS Reguler.

“Artinya kepala sekolah jika ingin membelanjakan maka harus mengikuti itu. Walaupun sudah ada fleksibilitas,” katanya

Total dana BOS tahun ini mencapai sekitar Rp52,5 triliun sementara alokasi DAK Fisik untuk tahun 2021 sebesar Rp17,7 triliun untuk 31.000 satuan pendidikan seluruh Indonesia.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here