Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital

9
Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. (Foto: Info31.id / Pool / Dok. Kemenkominfo).

DELI SERDANG, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital, Kamis (23/9/2021). Webinar membahas tentang, ”Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital” oleh para narasumber yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang influencer yang akan ikut berpartisipasi.

Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital.

Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Sumatera Utara, H. Edy Rahmayadi., yang memberikan sambutan pembuka dan dukungan penuh untuk Literasi Digital Kominfo 2021.

Menurut Januari Riki Efendi, S.Sos., menjabarkan dampak penggunaan media sebebas-sebebasnya, mengakibatkan tersebarnya hoax, saling menghina SARA, perundungan, polarisasi politik, serta merusak psikologi. Faktor-faktor penyebab dampak negatif tersebut, meliputi tingkat pendidikan yang rendah, minimnya literasi, tingkat kemiskinan yang tinggi, serta budaya digital yang mewabah.

Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kebebasan berpendapat, antara lain tingkatkan budaya literasi, saring sebelum membagikan, jangan asal klik dan bagikan, menahan diri untuk selalu mengunggah apa yang ada dipikiran, serta seing berinteraksi sosial.

Rana Rayendra, S.I.Kom., menjelaskan menjaga diri tetap sehat dalam dunia maya, antara lain memilih konten-konten baik untuk dikonsumsi, waspada virus malware, spyware, dan adware, tidak mengunduh sembarang file dan memasang antivirus, serta membatasi informasi pribadi dan keluarga.

Ditambah dengan pemaparan oleh Meli Supiyati., pahami jejak digital pribadi dan jangan anggap sepele rekam jejak digital. Berhati–hatilah dalam melakukan setiap aktivitas digital dengan menghapus sebuah konten bukan berarti memusnahkannya dari internet, sebab segala sesuatu yang diunggah sangat mudah diduplikasi dan disebarkan orang lain tanpa batas.

Manfaat literasi digital menurut Azwar Azmi Batubara, S.Sos., antara lain kegiatan mencari dan memahami informasi dapat menambah wawasan individu, meningkatkan kemampuan individu untuk lebih kritis dalam berpikir serta memahami informasi, menambah penguasaan ‘kosa kata’ individu, dari berbagai informasi yang dibaca, serta meningkatkan kemampuan verbal individu.

Diakhiri dengan key opinion leader, oleh Ana Livian sebagai Mom Influencer, menjelaskan kemajuan teknologi bisa menjadi berkah, jika digunakan secara positif, membangun mental yang baik, serta mengadapi dunia digital. Orang lebih suka konten yang menghibur, maka buatlah konten menghibur, tapi dapat mengedukasi. Di masa pandemi ini membuat bisa menggali kemampuan sendiri. Tanpa disadari kita bisa mengolah kemampuan yang kita miliki menjadi semakin baik dan lebih positif.