Kasus Tewasnya Brigadir J, Irjen Pol Ferdy Sambo Penuhi Panggilan Penyidik Bareskrim Polri

50
Irjen Ferdi Sambo. (Foto:info31.id/pool/dok.PolriTV)

JAKARTADAILY.ID – Mantan Kadiv Propam, Irjen Pol Ferdy Sambo memenuhi panggilan penyidik Bareskrim mabes Polri pada hari ini, Kamis, (04/8/2022).

Ferdy Sambo mengaku bahwa pemeriksaan ini adalah yang keempat kalinya setelah sebelumnya dirinya diperiksa oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya.

Ferdy juga meminta maaf kepada instritusi Polri dan keluarga almarhum Brigadir J. Namun Ferdy menegaskan jika apa yang menimpa Brigadir J adalah akibat dari perbuatannya terhadap Istri dan keluarga Ferdy Sambo.

“Saya selaku ciptaan tuhan, demikian juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Brigadir Jhosua semoga keluarga diberikan kekuatan. Namun semua itu terlepas dari apa yang telah dilakukan saudara Jhosua terhadap istri dan keluarga saya,” ujar Ferdy di saat hendak menjalani pemeriksaan  Bareskrim Polri, Kamis, (04/8/2022).

Baca Juga: Polri : Interpol Telah Terbitkan Yellow Notice Pencarian Putra Ridwan Kamil

Ferdy juga memohon masyarakat untuk bersabar, tidak berasumsi dan presepsi hingga kasus ini menjadi simpangsiur.

“Saya harapkan kepada seluruh pihak-pihak dan masyarakat untuk bersabar tidak memberikan asumsi presepsi yang menyebabkan simpang-siurnya peristiwa di rumah dinas saya,” ujarnya

“Saya moho doa agar istri saya Putri Chandrawati segera pulih dari trauma, dan anak-anak saya juga bisa melewati kondisi ini,” tambahnya.

Sebelumnya General Crimes of the Criminal Investigation Unit of the Indonesian National Police, telah menetapkan Elieze or Barada E sebagai tersangka dalam Police-on-police shooting case at the house of the former Head of the Professional and Security Division (Propam), Inspector General Ferdy Sambo, which killed Brigadier Nofriasnyah Yoshua Hutabarat or Brigadier J.

Bharada E yang terlibat dalam kasus ini dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan

“Dengan persangkaan pasal 338 juncto Pasal 55 dan/atau 56 KUHP,” said Direkrtur TIndak Pidana Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi, Rabu, (3/8/2022).