Kasus Omicron di Indonesia Bertambah Jadi 572 Orang

24
Kasus Omicron di Indonesia bertambah menjadi 572 orang. (Foto: info31.id/Pool/Dok. Kemenkes)

JAKARTA, info31.id – Penambahan angka COVID-19 varian Omicron kembali terjadi. Pada Rabu, 12 Januari 2022, angka COVID-19 varian Omicron bertambah 66 kasus, sehingga total menjadi 572 kasus. Penambahan kasus tersebut terdiri dari 33 kasus dari pelaku perjalanan internasional dan 33 orang transmisi lokal.

Seluruh pasien wajib menjalankan karantina kesehatan, di mana 339 orang menjalani karantina RSDC Wisma Atlet Kemayoran, sisanya menjalani karantina di RS yang telah ditunjuk Satgas Penanganan COVID-19.

Baca Juga: Menkes Ungkap Kesiapan RS dan Suplai Oksigen Hadapi Lonjakan Kasus Omicron

Terkait kondisi pasien, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Siti Nadia Tarmizi menyebutkan, tidak ada perbedaan karakteristik gejala antara pasien perjalanan luar negeri dan pasien transmisi lokal. Sebagian besar gejalanya ringan dan tanpa gejala. Gejala paling banyak yang dialami pasien adalah batuk, pilek dan demam.

”Hampir setengahnya atau sekitar 276 orang telah selesai menjalani isolasi, sedangkan sisanya 296 orang masih isolasi. Dari hasil pemantauan di lapangan, mayoritas gejalanya ringan dan tanpa gejala. Jadi belum butuh perawatan yang serius,” katanya.

Penambahan kasus Omicron telah berimplikasi pada lonjakan kasus harian nasional. Bahkan proporsi varian Omicron jauh lebih banyak dibandingkan varian delta.

”Dari hasil monitoring yang dilakukan Kemenkes, kasus probable Omicron mulai naik sejak awal tahun 2022. Sebagian besar dari pelaku perjalanan luar negeri, hal ini turut berdampak pada kenaikan kasus harian COVID-19 di Indonesia,” tuturnya.

Dalam menghadapi lonjakan kasus COVID-19, Kemenkes akan meningkatkan pelaksanaan 3T yakni Testing, Tracing dan Treatment, terutama daerah yang berpotensi mengalami penularan kasus tinggi.

”Langkah antisipasi penyebaran Omicron telah kita lakukan dengan menggencarkan 3T terutama di wilayah Pulau Jawa dan Bali,” ujarnya.

Baca Juga: Menkes Beberkan 4 Strategi Pemerintah Hadapi Varian Omicron

Untuk testing, Kemenkes telah mendistribusikan kit SGTF ke seluruh lab pembina maupun lab pemerintah dan memastikan jumlahnya mencukupi. Kapasitas pemeriksaan PCR dan SGTF juga diupayakan untuk dipercepat, sehingga penemuan kasus bisa dilakukan sedini mungkin.

Terkait dengan tracing, Kemenkes akan meningkatkan rasio tracing pada daerah yang jumlah kasus positifnya lebih dari 30 orang untuk mencegah penyebaran yang semakin luas. Proses tracing akan turut melibatkan TNI, Polri dan masyarakat.

Sementara untuk treatment, Kemenkes menjamin ketersediaan ruang isolasi terpusat maupun isolasi mendiri untuk kasus gejala ringan dan tanpa gejala, sementara untuk gejala sedang dan berat telah disiapkan RS dengan kapasitas tempat tidur yang mencukupi. Dengan demikian, pasien terkonfirmasi bisa menjalani isolasi dengan baik guna memutus mata rantai penularan COVID-19.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M dan menyegerakan mendapatkan vaksinasi COVID-19, mengingat varian Omicron jauh lebih cepat penyebarannya dibandingkan varian Delta.