Internet Bukan Zona Bebas Nilai

23

Bengkalis, info31.id – Didalam negara demokratis kebebasan berpendapat di jamin oleh undang – undang. Namun, batasan – batasan dalam berekpresi juga diatur dalam hukum Indonesia.

Praktisi digital, Rini Hidayati,mengatakan, Kebebasan berekspresi di Dunia Digital adalah hak setiap individu dalam sebuah negara hukum yang demokratis. Menurutnya, Internet bukan zona bebas nilai, karenanya, batasan – batasan dalam berekspresi sudah di atur dalam undang – undang hukum di Indonesia.

“Internet bukan zona bebas nilai, kepekaaan terhadap budaya lokal dan nasional, jangan menggunakan internet untuk menipu orang lain dengan menyembunyikan identitas pribadi,” ujarnya dalam webniar “Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital” yang digelar  Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika di Bengkalis, Riau, Beberapa waktu lalu.

Rini memberikan tips agat tetap dapat menerapkan batasan dalam dunia digital, antara lain  hindari percakapan, situasi bahaya.

“Hati – hati berbicara dengan orang yang tidak di kenal, rahasiakan informasi pribadi, blokir/unfollow orang yang kasar, Laporkan perilaku yang buruk,” katanya.

Tya Yustia seorang Content Creator mengatakan, tidak ada kebebasan tanpa batas, setiap kebebasan dari aspek lain yanng membatasinya.

“Sudah seharusnya kita bersama-sama memotivasi orang dalam membuka internet atau media sosial sebagai mencari hiburan atau mempelajari sesuatu,” ujarnya.

Pada kesemapatan yang sama, praktisi bahasa, Indah Wenerda menjelaskan tentang manfaat Teknologi Digital antara lain, sebagai Sumber informasi, Membangun kreativitas, PJJ, Mendorong pertumbuhan usaha dll.

Tantangan dalam dunia digital juga tidak ringan, ada ujaran kebencian, pencurian data, penipuan uang, Bullying, tidak sesuai usia, Phedopolia.

“Sharing sebelum sharing, gunakan aplikasi Sosmed dengan baik, Proteksi akun mu, filter konten, Sharenting, Produksi konten yang baik,” katanya.

Praktisi digital, Mia Marcellina membahas tentang bentuk kejahatan dunia maya yakni berupa bullying, perdagangan anak, pencurian data pribadi, pelecehan seksual, penipuan kekerasan, kecanduan.

“Point pentingnya, kritis dalam berpikir, mengembangkan kreativitas, Berkolaborasi. Sedikit tips dari saya, Lindungi identitas Digital anak, mendampingi, bemberi batasan, tunjukkan potensi kejahatan & berbahaya di Dunia Maya, suguhkan konten aman dan mengedukasi, saring sebelum sharing,” katanya.

Abdul Rohman Wali, praktisi komunikasi digital mengatakan, perlunya para literasi terkait etika dalam berkomentar.

“Gunakan bahasa yang baik dan santun, hindari berbau sara, pornogragi, menghasut, dan jangan gunakan kekerasan verbal, hindari perdebatan di kolom komentar, hindari ketimpangan komunikasi karena penggunaan bahasa, perbanyak apresiasi dan memberikan saran yang membangun, jangan emosi,” katanya.

Webniar “Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital” merupakan rangkaian kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL.