Ini Harapan Menparekraf terhadap Batik untuk Sektor Ekraf

26
Menparekraf dalam acara Batik Nusantara Celebration-Rediscover Indonesia by Accor Live Limitless 5. (Foto: info31.id/Pool/Dok. Kemenparekraf)

YOGYAKARTA, info31.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menginginkan batik menjadi simbol kebangkitan ekonomi di sektor ekonomi kreatif terutama subsektor fesyen.

Menparekraf Sandiaga Uno saat menghadiri acara “Batik Nusantara Celebration-Rediscover Indonesia by Accor Live Limitless” di The Phoenix Hotel Yogyakarta, Minggu (10/10/2021) malam menjelaskan, setiap daerah di Indonesia memiliki wastra khasnya masing-masing yang potensial untuk dikembangkan, salah satunya adalah batik.

“Batik sebagai simbol ekonomi kita, karena batik merupakan ekosistem warisan budaya leluhur bangsa. Indonesia juga menjadi salah satu negara yang kaya akan potensi budaya yang luar biasa. Hal ini menjadi modal yang sangat berharga bagi pengembangan ekonomi kreatif Indonesia,” kata Menparekraf Sandiaga.

Baca Juga: Ini Harapan Menparekraf terhadap Batik untuk Sektor Ekraf

Menparekraf Sandiaga mengapresiasi langkah Grup Accor dalam menggelar acara yang dihadiri para pelaku UMKM dari Pulau Sumatera hingga Papua sekaligus dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2021, yang menonjolkan 4 (empat) pilar, yaitu: destinasi, kuliner, seni budaya, dan kebugaran/kesehatan, sebagai kelanjutan kerja sama atau kolaborasi antara Kemenparekraf dengan Grup Accor yang sudah terjalin sejak 2012.

“Saya sudah meninjau secara langsung pameran batik sebagai produk karya para pelaku UMKM di bawah binaan Accor dan Kita Muda Kreatif, serta menyaksikan peragaan busana batik. Saya berharap hadirnya acara ini bukan hanya menjadi aspek kelestarian budaya tetapi juga sebagai penggerak ekonomi dan lapangan kerja,” katanya.

Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan, pihaknya menyambut baik kolaborasi acara tersebut. Ia berharap, acara ini akan turut mendorong pemulihan sektor parekraf dan menggerakkan perputaran ekonomi, utamanya di masa pandemi.

“Pandemi belum berakhir, tak bosan-bosannya saya mengingatkan untuk terus menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat. Pandemi boleh saja membatasi ruang gerak kita, namun tidak akan pernah bisa membatasi ruang kreativitas kita dalam berkarya,” pungkasnya.