Ini Dia Etika Digital untuk Kader Posyandu

78
Kemkomionfo menggelar kegiatan dengan tema “Digitalisasi bagi Kader Posyandu” di Kabupaten Tasikmalaya, Selasa, 2 Agustus 2022. (Foto: Info31.id/Pool/Dok. Kemkominfo)

TASIKMALAYA, info31.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika kembali menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital, Selasa (2/8/2022). Kegiatan ini sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital.

Webinar tersebut diperuntukan bagi Segmen Kelompok Masyarakat atau Komunitas di Wilayah Jawa Barat. Kali ini Kemkomionfo menggelar kegiatan dengan tema “Digitalisasi bagi Kader Posyandu” itu di Kabupaten Tasikmalaya. Ada empat kerangka digital yang diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital Dan Budaya Digital.

Menghadirkan para pemateri yang berkompete di bidangnya masing-masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session. Diantaranya, R. Julianto, Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Jawa Barat.

Dalam paparan berjudul “Advokasi Jabar Ngabret Digital-Etika Digital Kader Posyandu”, Julianto mengatakan, realisasi dari Etika Digital Untuk Kader Posyandu di Jawa Barat diantaranya adalah data yang ditemukan di lapangan untuk kasus gizi buruk.

Kemudian, anak stunting harus disimpan dan disampaikan kepada stakeholder Dinas Kesehatan atau Pejabat yang berwenang, tidak boleh disebarluaskan untuk konsumsi umum.

Data atau informasi yang bersifat hoaks harus dilakukan check dan recheck sebelum disampaikan kepada publik. Informasi bersifat rahasia hanya bagi penentu kebijakan dan untuk public hanya bersifat rekapan kabupaten atau kota,” paparnya.

Pemateri lain, Oki Hikmawan, Ketua Yayasan Drahma Alfa Hudaya dengan materi “Membangun Masyarakat Melek Literasi Digital”, menyebut beberapa langkah positif dalam literasi digital adalah; Pergunakan bahasa yang sopan, Hindari penyebaran informasi sensitif, Menghargai hasil karya orang lain, Bijaksana dalam meneruskan informasi, serta Meminimalisir penyebaran data pribadi.

Sementara itu, pembicara Asep Sopiudin, Anggota DPRD Kab. Tasikmalaya, menambahkan, setelah mengenali dunia digital dan UU ITE yang berlaku di Indonesia, masyarakat harus menanamkan etika dalam dirinya.

“Gunakan Bahasa yang baik dan sopan dalam berinteraksi di dunia maya, Mengedepankan nilai-nilai kesopanan dan tidak mengandung unsur SARA hingga pornografi dalam mengunggah konten,” kata Asep.

Bijaksana dalam memberikan tanda linke/love, meneruskan informasi/foto/video, dan memberikan komentar. Bila meneruskan video/foto sebaiknya tidak dipotong supaya tidak terjadi miskonsepsi.

“Tidak merugikan oranglain dalam menyebar informasi, Menyertakan sumber dalam mengunggah informasi, Jangan takut melaporkan akun yang bermasalah. Jangan memberikan informasi yang bersifat pribadi dalam berinteraksi,” imbuhnya.

Masih dalam acara yang sama, permbicara Fadila Nur Asifah, menyoroti soal Digital Ethics. Menurutnya, Ethics sebagai panduan berperilaku terbaik di ruang digital membawa individu untuk bisa menjadi bagian masyarakat digital.

Sementara Risi Riska Dewi, Ketua Pokja IV TP. PKK Kabupaten Tasikmalaya yang menyampaikan materi berjudul “Budaya Bermedia Digital”. “Dunia digital adalah dunia kita sekarang ini. Mari mengisinya dan menjadikannya sebagai ruang yang berbudaya, tempat belajar dan berinteraksi, tempat anak-anak bertumbuhkembang sekaligus tempat dimana kita sebagai bangsa hadir dengan bermartabat,” pungkasnya.