Ini dia Empat Tahapan Pengembangan Wisata Digital

10
Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.(Foto : Info31.id/Pool/Kemenkominfo).

Simalungun, Info31.id – Tahapan pengembangan destinasi wisata digital bisa dilakukan, pertama; identifikasi masing-masing uniques resources yang dimiliki oleh setiap daerah. Kedua, promosi ke ranah online dengan masuk dan melibatkan komunitas. Ketiga, sponsorship untuk menunjang keberlangsungan destinasi dari sisi finansial.

“Gerbang digital berbasis lokalitas menempatkan masyarakat atau lembaga lokal sebagai pengelola pusat ekosistem pariwisata,” ungkap Friado Damanik, Peggiat Budaya Simalungun, dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Transformasi Pariwisata di Era Digital”, Senin (27/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo dan Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

Dosen UNY, Trainer, dan Asesor, Rullyana P. Mamengko, menambahkan, publikasi destinasi wisata berbasis CHSE perlu menginformasikan kepada masyarakat domestik maupun dunia internasional bahwa protokol kesehatan sudah diterapkan di semua touch point customer journey di Indonesia.

“Kemudian, menginformasikan ke wisatawan, destinasi wisata mana saja yang sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik, promosi yang baik akan memperkuat kepercayaan masyarakat, dan meningkatkan keinginan wisatawan untuk menikmati destinasi-destinasi yang ada di Indonesia,” paparnya.

Sementara itu, Presenter, Musician, dan Vlogger Inta Oceani, berbagi pengalaman tentang trasformasi pariwisata di era digital, dimana industri harus mengimplementasikan protokol kesehatan berbasis CHSE di semua destinasi pariwisata, unit bisnis pariwisata, maupun industri ekonomi dan kreatif. “Konsisten menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE, dan mempublikasikan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE ke media sosial maupun platform lainnya,” pungkasnya.