Ini Dia 10 Bank Penyalur FLPP Tertinggi di Semester I 2022

58
BP Tapera Rilis 10 Bank Penyalur FLPP Tertinggi di Semester I 2022. (Foto:urbancity.id/pool/dok.BP Tapera).

JAKARTA,info31.id – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) merilis daftar 10 Bank penyalur Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tertinggi pada semester pertama tahun 2022.

“Hasil evaluasi semester I ini menjadi acuan bagi BP Tapera untuk menghitung ulang komitmen seluruh Bank Penyalur guna memaksimalkan potensi yang ada dan ketersediaan dana DIPA,” ujar Komisioner BP Tapera, Adi Setianto dalam keterangannya, dilansir dari laman tapera.go.id, Senin (18/7/2022).

BP Tapera dari 39 bank yang dievaluasi,  Bank BTN, BTN Syariah dan BNI menduduki kinerja tertinggi penyaluran dana FLPP semester I 2022.

Kemudian disusul BNI, BRI, BJB, BSI, Bank Mandiri, BJB Syariah, BPD Sumsel Babel, dan BPD Jambi. BP Tapera juga memberikan penghargaan kepada bank yang melampaui target penyaluran dana FLPP.

Baca Juga: BP Tapera Luncurkan Kontrak Investasi Kolektif (KIK) Pemupukan Dana Tapera Pendapatan Tetap Tanpa Penjualan Kembali 

Bank Jambi Syariah meraih “Kategori Rapot Terbaik” di peringkat pertama, kemudian Bak Sumsel Babel Syariah di peringkat dua, dan Bank Sulselbar di peringkat ketiga.

Selanjutnya, “Kategori Persentase Capaian Terhadap Komitmen Tertinggi” diberikan kepada Bank DKI, Bank BJB Syariah, Bank Sumsel Babel Syariah dan Bank BJB.

Sebagai informasi, capaian penyaluran dana FLPP semester I 2022 mencapai 99.557 unit senilai Rp11,06 triliun atau 44,05 persen dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 226 ribu unit rumah.

Per 15 Juli 2022, realisasi dana FLPP telah mencapai 106.310 unit senilai Rp11,81 triliun (47,04 persen) dari target.

“Kami optimis target kuartal III tahun 2022 dapat terpenuhi jika melihat capaian hingga hari ini, untuk itu kami butuh dukungan penuh dari Bank Penyalur dengan tetap memperhatikan kualitas bangunan dan ketepatan sasaran,” jelas Adi.

Sementara, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna menyampaikan jika Pemerintah terus berusaha memastikan bahwa program di bidang pembiayaan perumahan ini terus produktif.

Sejak tahun 2015 hingga tahun 2021 penyaluran KPR Bersubsidi baik KPR FLPP, SSB, dan BP2BT mencapai 1.406.518 unit rumah.

Herry menghimbau semua stakeholder di bidang perumahan untuk memenuhi syarat rumah layak huni diantaranya, kualitas bangunan yang baik, luas bangunan rumah yang memadai, penyediaan akses sanitasi, akses air minum, listrik, fasilitas umum dan lain lain.

“Untuk itu, seluruh Bank Penyalur diharapkan mengikuti ketentuan dimaksud sehingga Penyaluran Pembiayaan Rumah Subsidi dapat berjalan secara optimal,” tegas Herry.