Ingat! Lindungi Harta Tak Ternilai di Dunia Digital

9

NAGAN RAYA, Info31.id – Di dunia digital, data pribadi adalah sebuah harta yang tidak ternilai. Sebab, banyak orang memanfaatkan data pribadi untuk kejahatan. Karenanya, pengguna internet dituntut melakukan berbagai cara guna menjaga data pribadi, salah satunya melalui tanda tangan digital.

“Tanda Tangan Elektronik (TTE) mempunyai kelebihan dibanding dengan manual. Jika ada perubahan data (metadata) maka TTE tidak lagi valid sehingga terjamin dari modifikasi oleh pihak lain,” ujar Superwiratni, Dosen AKPAR NHI, dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Privasi dan Keamanan di Dunia Digital”, Rabu (22/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Presiden RI Bapak Jokowi dan Gubernur Provinsi Aceh, Nova Iriansyah, memberi sambutan serta mendukungan Literasi Digital Kominfo 2021.

Menurutnya, TTE bermanfaat sebagai time stamp yang akurat, diterima secara global, efisiensi waktu, megurangi cost dan ramah lingkungan (hemat kertas dan limbah), serta traceability (audit lebih mudah).

Dalam kesempatan yang sama, Oleg Sanchabaktiar, Creative Director NOAH memaparkan, pengertian informasi digital adalah perubahan informasi dari analog ke format digital. Identitas digital berfungsi sebagai pengguna platform digital, misalnya, nama dan foto pada akun. Selain itu, password, dan OTP.

Sementara Jejak digital diartikan sebagai data yang ditinggalkan saat setelah beraktifitas di dunia maya. “Jejak ini sangat rentan untuk digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab juga apabila kita tinggalkan jejak negatif maka reputasi diri kita akan buruk,” pungkasnya.