Industri Pariwista Harus Berubah Seseuai Perkembangan Zaman

20

BENGKALIS, Info31.id – Di era digital saat ini industri pariwisata melibatkan orang, bisnis, dan teknologi. Industri pariwisata dituntut berubah sesuai dengan perkembangan zaman.

Demikian diungkapkan Dosen Akademi Pariwisata Indonesia Jakarta, Lenny Yusrini, dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Trasformasi Pariwisata di Era Digital”, Selasa (28/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, memberikan sambutan dan mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Menurut Lenny, industri pariwisata dapat diartikan sebagai kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang dan jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan pariwisata.

“Sebagai tourism industri memiliki sebuah manfaat di antaranya biaya lebih rendah, kesempatan menjangkau pasar yang lebih luas, measurable, high consumer engagement, dan immediate communication,” ujarnya.

Untuk menemukan kesuksesan pariwisata di era digital, pelaku industri dapat membuat konten secara emosional beresonansi dengan wisatawan seperti kampanye pemasaran berbasis cerita yang membangkitkan perasaan. Selain itu, mengarah pada peningkatan minat, loyalitas merek, dan transaksi.

“Ide tersebut muncul dari memanfaatkan nilai jual unik destinasi sebagai titik awal cerita dan mengevaluasi tren terbaru dalam pariwisata. Kemudian, berbicara dengan bisnis lokal, pengusaha, dan kreatif, riset konsumen, serta melihat tujuan serupa apa yang diproduksi,” papar Lenny.

Sebab, lajut dia, pembangunan pariwisata menjadi pola pengembangan dan pemanfaatan tradisi budaya, kearifan lokal, dan potensi sumber daya untuk menunjang destinasi wisata yang dikelola secara terpadu dan memadai. Namun, tetap menjaga keluhuran dan kelestariannya demi pemenuhan kebutuhan masyarakat.

“Ada peluang penerapan digital desa seperti munculnya usaha ekonomi kreatif, terbukanya peluang pemasaran potensi desa, ekselerasi pembangunan desa lebih cepat, dan peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.