Indopoly Swakarsa Industry Bagikan Dividen US$ 2,2 Juta

Jajaran direksi PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL) produsen flexible packaging film terkemuka di Asia dengan merek dagang Ilene berpose usai jumpa pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan di Jakarta, Selasa (27/4/2021)

Jakarta,info31.id – PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL) produsen flexible packaging film terkemuka di Asia dengan merek dagang Ilene PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL) akan membagikan dividen tunai sebanyak US$ 2,21 juta atau 28,08% dari laba tahun buku 2020.

Jumlah dividen yang dibagikan setara Rp 5 per-saham. Demikian keputusan yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan di Jakarta, Selasa (27/4).

Wakil Presiden Direktur Indopoly Swakarsa Industry Jeffrey Halim mengatakan, laba bersih IPO di tahn 2020 meningkat 86,7% yoy menjadi US$ 7,88 juta dari tahun sebelumnya senilai US$ 3,22 juta.

“Laba bersih untuk tahun buku 2020 akan digunakan untuk dana cadangan sebesar US$ 100.000, dividen tunai senilai US$ 2,21 juta dan laba ditahan senilai US$ 5,57 juta,” ujarnya dalam paparan publik di Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Saat ini IPOL menjalankan tiga pabrik dengan total kapasitas 100.000 ton/tahun, dengan rician, kapasitas pabrik di Purwakarta 65.000 ton/tahun, Souzhou China 25.000 ton/tahun, dan Yunnan China 10.000 ton/tahun.

“Akibat pandemi ini, demand untuk fleksible pakcaging pasti naik, dan manajemen kita lincah dalam menghadapi covid-19. Mesin di pabrik kita tidak pernah berhenti selama covid, dan saya bangga hari ini bicara, orang lain pabriknya stop, kita tidak pernah berhenti, itu salah satu kenapa kita bisa kompak meningkat,” terang Jeffrey.

Fokus Produk Kemasan Yang Berkelanjutan

Jeffrey menambahkan, saat ini permintaan pasar terhadap kemasan ini meningkat, terutama produk kemasan yang ramah lingkungan atau sustainable. Karena itu, kedepan pihaknya akan menambah kapasitas produksi untuk produk kemasan yang ramah lingkungan dan bisa di daur ulang.

“Number one kita harus kembangkan ke produk sustainability, semua pabrik makanan orientasinya sustainability, jadi fokus kita sustainable produk untuk pabrik kemasan makanan,” katanya.

IPOL, tambah Jeffrey juga berencana melakukan ekspansi di China dan Indonesia, namun waktunya masih belum ditentukan. Menurutnya ekspasi pasti akan dilakukan namun harus berhati-hati dan dipelajari dengan matang.

“Kita memang ada rencana ekspansi di China dan Indonesia namun tanggalnya masih belum pasti. Eskpansi banyak resikonya, karena itu harus kita pelajari dengan matang,” ujarnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here