Hoax dan Ujaran Kebencian Berseliweran di Dunia Maya

11

KUANTAN SINGINGI, Info31.id – Ujaran kebencian merupakan perkataan publik yang mengekspresikan kebencian dan memicu kekerasan terhadap seseorang atau kelompok berdasarkan ras, agama, jenis kelamin maupun orientasi seksual.

Ujaran kebencian pasti banyak berseliweran di dunia maya. Demikian dikatakan Mandradhitya Kusuma, STP NHI Bandung, dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Kiat-Kiat Melawan Hoaks”, Rabu (22/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Provinsi Riau, Syamsuar.

Padahal, lanjut dia, memproduksi dan menyebarkan konten yang memutarbalikan fakta merupakan tindakan yang dilarang di media sosial. Pun menyebarkan konten pribadi serta aktivitas buzzer yang menyebarkan kebohongan dan kebencian.

“Bagi pengguna internet perlu yang namanya berpikir bijak sebelum mengunggah di antaranya mendahulukan etika, memahami kompetensi literasi digital, bijak dalam menggunakannya, dan netiket,” ujarnya.

Untuk melawan ujaran kebencian di media sosial, masyarakat harus menjaga diri tetap sehat dalam dunia maya. Caranya, konsumsi konten baik, berprilaku sopan dan santun serta memanfaatkan kekuatan dunia digital. Etika menjadi hal penting di media sosial. Etika menyangkut keseluruhan aspek internal manusia.

“Berbeda dengan etiket yang hanya menyangkut segi lahiriah. Oleh karena itu, untuk memiliki etika berinteraksi atau berkomunikasi yang baik di media sosial, sudah seharusnya dimulai dari diri kita sendiri bukan mengharapkan orang lain,” jelasnya.