Greenwoods Group Gaet Investor Jepang Besut Citaville Pilar Cikarang

Penadatanganan Joint Operation antara PT. Baruna Realty (Greenwoods Group) dan PT. Kasumigaseki Development dengan PT Bangun Permai Selaras, akhir pekan lalu.

Jakarta, Info31.id – Ditengah pandemi Covid-19 yang belum mereda, PT. Baruna Realty (Greenwoods Group) justru berhasil menggaet investor asal Jepang Kasumigaseki Capital untuk berinvestasi dalam proyek perumahan kelas menengah Citaville Pilar, Cikarang, Jawa Barat. Hal itu dibuktikan dengan penadatanganan Joint Operation antara PT. Baruna Realty (Greenwoods Group) dan PT. Kasumigaseki Development dengan PT Bangun Permai Selaras, akhir pekan lalu.

CEO Greenwoods, Okie Imanto mengatakan, kehadiran investor asing dalam proyek perumahan Citaville di Citarik Raya Cikarang ini merupakan keberhasilan tersendiri sekaligus bukti bahwa para investor yakin akan prospek industri properti Indonesia khususnya pasar hunian kelas menengah.

Citaville adalah proyek perumahan Greenwoods group yang sudah dibangun dibeberapa lokasi seperti di Cikarang, Parung Panjang, Bogor dan akan terus dikembangakan di berbagai kota dan daerah. Proyek perumahan Citaville sendiri merupakan brand di Greenwoods untuk segment pasar para pembeli rumah pertama dan kalangan muda.

“Hari ini kita bisa berhasil memasukan investor di saat kondisi wabah covid-19 belum usai, saya rasa itu adalah suatu pencapaian yang cukup berarti, cukup bersejarah juga. Ini juga berarti, mereka para investor masih melihat bahwa potensi pasar properti di Indonesia sangat bagus,” ujar Okie Imanto usai penandatanganan Joint Operation Signing.

Okie menuturkan, pihaknya sudah menjalin kontak dengan Kasumigekasi Capital hampir dua tahun terakhir, investor asal Jepan itu menurut Okie memang tertarik berinvestasi di sektor properti di Indonesia khusus untuk perumahan kelas menengah, dan selama ini Citaville sebagai brand Greenwoods Group untuk perumahan kelas menengah telah berhasil menciptakan produk dengan harga yang terjangkau, tapi dengan disain yang sangat menarik terutama untuk keluarga muda dan kalangan muda.

“Karena Citaville ini buat kami adalah satu kampanye dalam artian kita ingin pihak luar terutama investor asing juga melihat bahwa standar perumahan affordable di Indonesia itu sudah naik. Dari sisi disainnya kwalitasnya, pengembangan lingkungannya, konsepnya juga semuanya sudah sangat baik dan berstandar internasional,” jelasnya.

Bagi Greenwoods Group proyek Citaville ini sangat penting karena mencerminkan kepribadian bangsa, karena tempat tinggal atau habitat yang kita huni mencerminkan kepribadian kita. “Melalui Citaville ini kita berharap kepribadian dan harkat dan martabat bangsa Indonesia semakin dihargai, semakin bagus imagenya di dunia luar,” ungkapnya.

Saat ini Greenwoods Group baru mengembangkan satu Cluster perumahan Citaville yang berlokasi di Jl.Citarik Raya, Cikarang. Namun rencana pengembangan kawasan Citaville Cikarang akan mencapai 53 hektar. Mr. Koshiro mengaku masih melihat perkembangan terkait pandemi covid-19, meski demikian dia optimis akan program vaksinasi yang dilakukan perintah yang telah terbukti meningkatkan daya beli masyarakat. Pihaknya juga berharap dukungan yang lebih besar dari pihak perbankan mengingat kebutuhan dan perimintaan akan perumahan terus meningkat.

“Kami bersukur selama Covid-19 ini proyek-proyek kami di Greenwoods Group penjualannya cukup baik, namun memang dari sisi perbankan kami lihat masih cukup ketat, kalau ini dapat direalisasikan dengan segera tentunya dapat merealisasikan banyak mimpi banyak orang untuk memiliki rumah, terutama rumah-rumah pertama,” katanya.

Mr. Koshiro mengingatkan, benar bahwa saat pandemi covid-19 ini merupakan saat yang tepat untuk membeli properti karena harga properti berada di titik terendah. Ini berlaku tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia. Mr. Koshiro mencontohkan, di negara-negara yang penanganan Covid-19 nya lebih maju, harga properti kini melonjak tinggi.

“Dan saya rasa persepsi itu juga dibuktikan di negara-negara lain yang penanganan covidnya sudah jauh lebih maju dari kita, begitu penanganan Covid-nya berhasil, harganya benar-benar melonjak drastis. Contoh yang significant itu di New Zeland dan Australia dimana harga propertinya naik luar biasa padahal pada saat awal covid, harganya jauh tertekan,” imbuhnya.

Ki-ka: Okie Imanto (CEO Greenwoods Group) , Hengky Hendratno (Director of PT Bangun Permai Selaras), Rika Mandasari (Representative of Kasumigaseki Capital), dan Samsuri _(Notary). saat penandatanganan Joint Operation Signing.

Potensi Koridor Timur Cikarang

Koridor Timur Cikarang yang menjadi lokasi perumahan Citaville punya kelebihan tersendiri. Salah satu alasannya adalah konsentrasi industri besar dari berbagai sektor berada Cikarang. Berbeda dengan daerah sekitarnya seperti Karawang misalnya, meski memiliki banyak investasi besar, namun dengan sektornya lebih spesifik yaitu otomotif.

“Kalau kami lihat di CIkarang ini very diverse ya, berbagai macam jenis industri ada, jadi Cikarang ini jauh lebih sustainable karena inndustrinya beragam. Jika kita cuma menggantungkan ekonomi satu dareah bersarsarkan satu indsutri tertentu maka begitu industrinya kena dampak negatif, akan berpengaruh kepada lingkungannya,” ungkap Okie.

Adanya beragam industri besar di Cikarang tentunya mendongkrak pendapatan daerah yang pada akhirnya meningkatkan daya beli masyarakatnya terutama pada sektor properti dengan standar tipe perumahan yang diinginkan juga lebih tinggi. “Karean income daerahnya makin naik, makin hari makin bagus, expetasi tipe huniannya pun akan naik,” ujarnya.

Perumahan Citaville ini, lanjutnya,  meski masuk dalam kategorinya affordable housing, tapi punya disain menarik yang cocok dengan keinginan keluarga muda. Lokasinya yang dekat dengan stasiun KA Cikarang meberikan akses yang mudah untuk penjalanan menuju Jakarta.

“Selain itu faktor infrastruktur juga berpengaruh, ada jalan layang tol, akses kereta KRL, kereta Cepat, juga lewat di koridur timur ini, karenanya koridor timur ini punya potensi yang luar biasa,” Jelasnya.

 Menurutnya trend serupa juga akan terjadi di Indonesia. Salah satu tandanya yaitu tingginya minat membeli properti. Hal ini memang tidak bisa dipungkiri, karena kebutuhan akan perumahan di Idonesia sangat tinggi. “Housing backlog itu kan luar biasa , 13 juta kebutuhan, dan pasar terbesar adalah kelas menengah, jadi ya inilah kesempatanya, developer bisa berkarya dan sekaligus bisa berperan memenuhi kebutuhan perumahan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here