FIFGROUP Bukukan Laba Bersih Rp 2,47 Triliun Tahun 2021

100
Presiden Direktur PT FIF, Margono Tanuwijaya (ketiga dari kanan) didampingi oleh jajaran direksi PT FIF lainnya, yaitu New Motorcycle (NMC) Marketing Director, Antony Sastro Jopoetro (paling kiri), Operation Director, Setia Budi Tarigan (kedua dari kiri), Finance Director, Hugeng Gozali (ketiga dari kiri), Information Technology (IT), Business Development (BD), Corporate Planning, Risk, Corporate Relationship Management (CRM), and Digital Director, Indra Gunawan (kedua dari kanan), dan Human Capital (HC), General Support (GS), and Corporate Communication Director, Esther Sri Harjati (paling kanan). (foto:urbancity.id/pool/dok.fifgroup).

JAKARTA, info31.id – PT Federal International Finance (FIFGROUP) laba bersih sebesar Rp 2,47 triliun sepanjang 2021, meningkat 65,8 persen dibanding periode yang sama tahun 2020 yang hanya mencapai Rp 1,49 triliun. Angka tersebut juga hampir menyamai rekor pencapaian FIFGROUP yang tercatat pada tahun 2019 sebelum terjadinya pandemi COVID-19 dengan laba bersih Rp 2,57 triliun.

Presiden Direktur PT FIF, Margono Tanuwijaya mengatakan, keberhasilan yang dicapai FIFGROUP pada tahun 2021 didukung oleh berbagai strategi perusahaan yang diimplementasikan dalam menghadapi pandemi yang berlangsung sejak bulan Maret 2020 di Indonesia.

“Terdapat tiga strategi penting yang mempengaruhi peningkatan laba bersih PT FIF, yaitu pengendalian biaya mengingat kondisi ekonomi yang masih belum stabil. Selain itu, kami tetap melakukan investasi yang memiliki dampak jangka panjang, sehingga dapat meningkatkan competitive advantage,” ungkap Margono Tanuwijaya.

Baca Juga: FIFGROUP Gelar Peduli Stunting di 13 Cabang

Menurutnya, dari sisi risiko manajemen terus dilakukan perbaikan kualitas atas akuisisi kontrak baru dengan mengimplementasikan sistem smart aquisition yang terus dikembangkan.

Margono juga menyebutkan dalam menghadapi sejumlah tantangan yang ada pada tahun 2021, strategi penting yang juga diterapkan perusahaan adalah dengan memperkuat dan mempercepat kolaborasi di internal perusahaan dan juga dengan Astra Value Chain, di samping mengoptimalkan sistem dan infrastruktur untuk mempercepat digitalisasi

Selain itu, FIFGROUP juga mengintegrasikan online dan offline channel di perusahaan, yang meliputi 243 cabang dan ribuan network PT FIF yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Margono juga mengatakan, fungsi kontrol memainkan peran penting dalam mendukung kinerja perusahaan.

”PT FIF juga terus memperketat kontrol operasional bisnis perusahaan, seperti memastikan pengendalian atas operasi bisnis di seluruh network dan memastikan konsistensi di dalam melakukan kontrol dan eksekusi strategi untuk mencapai target, serta menjaga cost efficiency. Semua inisiatif di tahun 2021 juga harus didukung dengan pengembangan organisasi, sehingga menjadi lebih ramping, lincah, serta lebih adaptif untuk menjawab perubahan yang terjadi,” kata Margono.

Selain itu, FIFGROUP juga menjadi salah satu perusahaan jasa keuangan yang sehat dengan tingkat jumlah kredit bermasalah atau yang lebih dikenal dengan Non-Performing Financing (NPF) di angka 0,9 persen, di mana menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menilai perusahaan pembiayaan dengan NPF di bawah 1 persen dikategorikan perusahaan yang sehat.

Angka NPF tahun 2021 tersebut lebih baik dibanding NPF Perseroan pada tahun 2020 sebesar 1,5 persen.

Setelah pemulihan pandemi pada tahun 2020, tahun 2021 sebagian besar iklim usaha mulai menggeliat sekaligus menjadi momentum pemulihan dan kebangkitan ekonomi di Indonesia, sehingga kondisi ini juga memberikan dampak positif kepada operasional bisnis FIFGROUP.

Pemulihan kinerja PT FIF juga tercermin dari nilai pembiayaan yang dikeluarkan oleh perusahaan secara amount finance (AF), yakni sebesar Rp 31,83 triliun. Angka tersebut naik sebesar 5,7 persen jika dibanding pencapaian tahun 2020 senilai Rp 30,11 triliun.

Di samping itu, jika dilihat dari pencapaian pembiayaan yang dikeluarkan secara unit, pada tahun 2021 PT FIF membukukan pembiayaan pada 2,62 juta unit, atau meningkat sebesar 0,4 persen dibanding tahun 2020 yang hanya mencapai 2,61 juta unit.

Bila dilihat dari kemampuan perusahaan berdasarkan aset, PT FIF membukukan peningkatan pada total aset yang dimiliki, yakni sebesar Rp 32,65 triliun, naik sebesar 0,2 persen dibanding tahun 2020 sebesar Rp 32,59 triliun.