Etika Berjejaring di Medsos: Jarimu Adalah Harimaumu

17

BATANGHARI, Info31.id – Kategori data pribadi dalam dunia digital mencakup nama, kontak, alamat, foto, video, tanggal lahir, dan transaksi pembayaran. Data pribadi bisa diperoleh dari jejak digital atau riwayat pencarian yang ditag saat interaksi media sosial serta pesan teks pada aplikasi.

“Setiap pengguna internet wajib melindungi data pribadi saat berselancar di dunia maya,” ujar Virienia Puspita, Trainer dan Senior Lecturer Binus University, dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Memahami Pentingnya Data Pribadi”, Senin (20/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Presiden RI Bapak Jokowi dan Direktur Jendral Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, memberi sambutan serta mendukungan Literasi Digital Kominfo 2021.

Menurut dia, perlindungan data pribadi berguna untuk menghindari dan melindungi diri dari pelecehan seksual, mencegah penyalahgunaan, jual beli data, dan pendaftaran akun pinjaman online. “Untuk itu, gunakan password pada setiap akun sosial media termasuk semua device, kenali teman serta hindari mengklik link sembarangan,” imbuhnya.

Selain itu, masyarakat pengguna sosial media harus memiliki etika dalam bermedia sosial. Pergunakanlah media sosial secara bijak karena dalam etika berjejaring ada peribahasa “jarimu adalah harimaumu”. Karena itu, gunakanlah tutur kata yang baik agar tidak menyakiti orang lain.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Batanghari, Aljufri, menambahkan, prinsip mengunggah content di media sosial antara lain, tidak merugikan diri sendiri, tidak merugikan lembaga atau instansi, dan tidak melanggar hukum. “Manfaatkan media sosial untuk sarana belajar, sarana dokumentasi, sarana perencanaan, dan sarana kontrol,” pungkasnya.