Ekspansi ke PLTS, SESM Gandeng ITB

Bandung, Info31.id – PT Sumber Energi Sukses Makmur (SESM), perusahaan perdagangan batubara nasional kini  berekspansi  Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Untuk mendukung keberlanjutan proyek tersebut, PT SESM mengandeng ITB melalui riset teknologi PLTS.

Dua proyek yang tengah disasar PT SESM tersebut, yakni PLTS  apung (elevated) pada salah satu danau terbesar di Sumatera Utara (Sumut) dan PLTS dilokasi bekas lahan tambang BUMN di wilayah Sumatera Selatan.

Menurut Direktur Utama SESM, Zulfian Mirza,pemilihan PLTS apung dan PLTS di lokasi bekas lahan tambang tersebut, bertujuan agar biaya  investasi PLTS bisa diminimalkan.  Dengan demikian akan menghasilkan harga listrik yang sangat kompetitif kepada PLN untuk didistribusikan.

Studi kelayakan yang sudah dilakukan untuk pembangunan PLTS apung di Sumut tersebut rencananya berkapasitas 400 megawatt (MW). “Jaringan yang terpasang 150kv sehingga PT SESM menggunakan kapasitas yang sesuai yakni 20 MW siang dan 20 MW malam.  Itu juga pemakaiannya sekitar 5 jam siang dan peak 5 jam malam. Setelah PLTS di Sumut, kami akan masuk ke PLTS eks lahan tambang di Sumsel. Ada lahan 100 ha yang sudah digunakan oleh tambang, relatif flat dan milik BUMN,” jelas Direktur Utama SESM, Zulfian Mirza.

Untuk program PLTS yang memanfaatkan lahan bekas tambang di Sumatera Selatan, PT SESM bekerjasama dengan perusahaan BUMN.  “Setelah PLTS di Sumut, kami akan masuk ke PLTS eks lahan tambang di Sumsel. Ada lahan 100 ha yang sudah digunakan oleh tambang, relatif flat dan milik BUMN. Kami tahun lalu sudah MoU dan sekarang sedang dilakukan studi kelayakan dan izin lainnya,” papar Zulfian.

PLTS Mini FTTM IBT 

Sebagai upaya untuk mendukung keberlanjutan proyek-proyek tersebut, PT SESM menggandeng Jurusan Teknik Metalurgi, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk kerjasama riset.

Pada 5 September 2019 kemarin, PT SESM dan FTTM ITB melakukan Peresmian dan Serah Terima hibah PLTS Atap mini berkapasitas 10 kWp (kilowatt peak)  yang berlokasi di lantai 5 Gedung Tambang FTTM ITB, Bandung.  Penandatanganan Peresmian dan Serah Terima pengoperasian PLTS Atap tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PT SESM dan Dekan FTTM, Prof Sri  Widyantoro.

“April lalu kami sudah tandatangan MOA di bidang riset dan dilanjutkan kerjasama pemasangan mini PLTS 10 kWp untuk mendukung kegiatan riset di teknik metalurgi ITB.  Dengan kerjasama ini kami harap bisa menghasilkan satu inovasi produk-produk baru.  Kita harapkan tahun depan untuk pelaksanaan proyek bisa mendapat dukungan dari profesional atau tenaga ahli dari Jurusan Teknik Metalurgi ITB untuk proyek di lapangan,” imbuh Zulfian.

Sementara, Dekan FTTM ITB, Sri  Widyantoro, mengaku bangga dengan kerjasama dan hibah pembangunan PLTS Atap di lingkungan FTTM ITB tersebut.  Kerjasama tersebut akan menjadi pengalaman berharga bagi pihaknya dalam bekerjasama dengan pihak industri.

“Jadi kami selalu membuka diri untuk kerjasama dengan industri dan banyak sekali manfaatnya bagi dosen dan mahasiswa FTTM untuk pembelajaran. PLTS berkapasitas 10 kWp bisa untuk menerangi satu lantai di gedung ini.  Ke depan kita memang harus ke renewable energy dan kami sekarang sudah punya Program Studi S-2 Geothermal dan ke depan akan terus kami kembangkan untuk energi terbarukan,” terang Sri Widyantoro.

Pihak FTTM ITB berkomitmen untuk ikut melakukan riset dalam rangka mendorong efisiensi PLTS diantaranya untuk teknologi material photovoltaic solar sel dan baterai melalui Jurusan Teknik Metalurgi FTTM, juga memungkinkan kerjasama dengan lintas-fakultas di ITB untuk mengembangkan solar sel secara keseluruhan. (Aris)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here