Ekspansi ALSA Sambut Kebangkitan Pasar Properti

DCIM100MEDIADJI_0136.JPG

Jakarta, Info31.id – Indonesia Property Watch (IPW) memprediksi kondisi pasar properti tahun 2020 akan berjalan lebih baik dibanding tahun 2019. Sektor ini diproyeksikan kembali bangkit setelah tertekan selama beberapa tahun terakhir.Prediksi ini dilatarbelakangi sejumlah indikator seperti pembangunan infrastruktur serta faktor stimulus fiskal dan moneter.

Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda menyebut,stimulus yang dimaksud adalah pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 5,1%, stabilitas laju inflasi di kisaran 3%, serta suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 5%. “Tidak ada alasan properti tidak naik. Ini indikasinya sudah jelas,” kata Ali, seperti dikutip kompas.com, di Jakarta, awal Januari 2020.

Prediksi tersebut langsung direspon oleh pengembang properti pada beberapa daerah terutama di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Mereka mulai berani menawarkan klaster hunian terbaru bahkan ekspansi ke lokasi lain. Satu diantaranya adalah PT Alamindo Trulynuasa (ALSA) yang membesut dua kawasan perumahan di Bekasi Jawa Barat, yaitu Darmawangsa Residence seluas 100 hektare dan Panjibuwono Residence200 hektare.

Direktur ALSA Bryan Soedarsono mengungkapkan, keberaniannya untuk lebih ekspansif tahun ini tidak terlepas dari capaian pada 2019, dimana nilai penjualan dari dua proyeknya tersebut meningkat sebesar 10% dibanding 2018. “Di tahun 2020 ini kami menargetan kenaikan penjualan unit-unit hunian maupun komersial pada proyek Darmawangsa Residence dan Panjibuwono Residence sebesar 10%,” ungkapnya, di Jakarta, Senin (3/2).

Untuk mengejar target tersebut, ALSA berencana meluncurkan klaster terbaru pada area seluas 6 hektare di kawasan Darmawangsa Residence, yakni Klaster Sriwijaya.Klaster Sriwijaya didesain bernuansa resort dengan pemandangan danau dan memiliki rasio taman terbanyak dibanding klaster lain di kawasan Darmawangsa Residence.

Pada pemasaran tahap pertama, klaster yang ditawarkan dengan konsep rumah tumbuh ini berupa bangunan satu lantai, Tipe Sadewa, seluas 34/72 meter persegi.Adapun harga yang ditawarkan relatif terjangkau, mulai dari Rp400 jutaan per unit. Meski desain bangunannya compact, Tipe Sadewa masih memiliki dua kamar tidur, WC, dan ruang tamu dan makan yang mencukupi, sehingga dapat langsung dihuni.

“Karena konsep bangunannya adalah rumah tumbuh, dengan sisa lahan kosong yang cukup luas di bagian belakang rumah, maka di kemudian hari unit-unit rumah pada Klaster Sriwijaya dapat diperbesar sesuai kebutuhan penghuni. Keunggulan ini belum tentu ditemukan pada produk yang sama di tempat lain,” paparBryan.

Sedangkan pada kawasan Panjibuwono Residence, lanjut dia, dalam waktu dekat perseroan juga berencana untuk membuka area baru mengelilingi danau. Area baru ininantinya akan dikembangkan tiga klaster hunian, area komersil, beserta rumah boulevard dengan pemandangan danau. Klaster pertama akan diluncurkan dengan harga mulai dari Rp400 jutaan per unit.

Selain itu, kawasan Panjibuwono Residence saat ini juga tengah mengembangkan area komersial The Plaza yang berlokasi di depan Thematic Garden, dan Water Park Go! Spash. The Plaza didesain sebagai pusat kuliner dan ‘ngumpul’ paling lengkap dengan beragammenu makanan sehari-hari sepertisoto, pecel, sop iga, dan kafe yang menyediakan aneka jus buah dan minuman populer seperti boba dan thai tea.

“Sangat penting bagi Panjibuwono Residence untuk memiliki pusat kuliner tersendiri karena perumahandidesain dengan konsep one stop living. Selain tempat makan, Panjibuwono juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung kehidupan sehari-hari warga lainnya seperti tempat berkumpul dan olah raga di area terbuka thematic garden, dan juga tempat rekreasi dengan keluarga di water park Go! Splash” cetus Bryan.

Sementara untuk memenuhi kebutuhanpusat perbelanjaan, kesehatan, dan pendidikan, sudah tersedia lengkap di luar kawasan. Sebab, lokasi proyek Darmawangsa Residence dan Panjibuwono Residence hanya selangkah menuju mall besar, supermarket, Rumah Sakit Mitra Keluarga, Sekolah Alzhar di Kawasan Sumarecon dan Kota Bekasi serta Sekolah BPK Penabur di Kota Harapan Indah.

Selain penunjang kebutuhan hidup yang serba ada, kedua proyek besutan ALSA tersebut juga memiliki kualitas infrastruktur kawasan terbaik, seperti Darmawangsa Residence yang dikembangkan dengan konsep green livingmemiliki infrastruktur lebihramahlingkungan. Disana, tersediawater treatment plant untukdaurulang air serta septic tank bahan fiber yang dipasang pada setiapunit rumahsehingga kebersihan lingkungan sekitar dapat terjaga daribuangan air kotor.

“Paling penting, kami jualan rumah tidak melupakan infrastruktur perumahan. Selain memberikan infrastruktur yang baik, kami juga selalumerawat danmenjaga infrastruktur tersebut secara konsisten. Contoh, system saluran dan drainase Panjibuwono Residence, meski tidak bermasalah, tetapdievaluasi dan ditingkatkan agar selalu lebih baik seiring perkembangan tingkat hunian, sehingga pada awaltahun2020 hingga awal February kemarintidakterkenabanjiryang melanda banyak area di Bekasi,” tutur dia.

Selain itu, imbuh Bryan, perumahan Darmawangsa Residence dan Panjibuwono Residence telah dilengkapi infrastruktur jaringan telekomunikasi fiber optic guna mengakomodasikeperluan internetdan entertainment TV dengankonektivitas yang cepat. “Internet sudah sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari warga, maka itu kami bekerjasamadengan provider IndiHome dari Telkom untuk memberikan layanan yang terbaik,” kata Bryan Soedarsono.

Keuntungan Berlipat

Pada kesempatan berbeda, Promotion & Marketing Manager ALSAAlbert Permana menawarkan berbagai kemudahan untuk memiliki unit-unit properti pada kedua proyek tersebut. Antara lain memanjakan calon pembeli melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan down payment (DP) ringan hanya 5% yangbisa dicicil hingga 12 bulan tanpa bunga dan bebas dari biaya KPR/BPHTB. Skema lain, tunai bertahap yang bisa dicicil hingga 12 bulan tanpa bunga dan tunai keras dengan diskon hingga 25%(untuk tipe tertentu).

“Transaksi kepemilikan properti melalui skema KPR pada dua proyek kami dipastikan lebih mudah. Sebab, saat ini kami didukung bank-bank yang menawarkan program dengan bunga cukup menarik, seperti OBC NISP melalui KPR Easy Start menawarkan 6,5% fixed 3 tahun. Program ini diperuntukkan bagi segmen milenials agar lebih mudah memiliki hunian idamannya, tanpa takut soal angka cicilan,” terang Albert.

Dukungan lain berasal dari Bank Mandiri yang menawarkan bunga 7,5%fixed 3 tahun atau Bank BTN dengan bunga 8,99% fixed 2 tahun.Diluar tiga bank konvensional tersebut, transaksi kepemilikan rumah maupun ruko pada proyek besutan ALSA itu juga mendapat dukungan dari perbankan syariah seperti BTN Syariah dan Panin Dubai Syariah.

Bahkan, memaskui awal tahun ini ALSA juga menawarkan program “BebasSemua Biaya”. Saat ingin beli rumah, calon pembeli tidak perlu pusing memikirkan berbagai biaya tambahan lain karena semuanya sudah ditanggung oleh developer. “Jadi cukup cicil DP, maka pembeli bisa langsung terima kunci rumah,” imbuhnya.

Bukan itu saja, selain menghadirkan berbagai kemudahan serta keringanan pembayaran DP tanpa biaya, ALSA pun menawarkan sejumlah hadiah langsung yang cukup menarik untuk dibawa pulang oleh setiap pembeli, seperti Honda Scoopy, AC, LED TV, Kulkas, dan voucher belanja jutaan rupiah.

Investasi unit-unit properti pada kedua proyeknya akan mendapatkan return on investment (ROI) yang berlipat. Lihat saja, saat pertama kali memasarkan hunian di Darmawangsa Residence, tahun 2017 silam, untuk Tipe Kresna hanya dibandrol Rp575 juta per unit, tapi sekarang harga jualnya sudah mencapai Rp894 juta.

“Begitu pulaRumah Boulevard di Panjibuwono Residence tahun 2017 dijual pada harga Rp450 juta per unit dan tahun 2020telah mengalami kenaikan nilai menjadi Rp644 juta. Dari segi investasi, nilai hunian di Darmawangsa Residence dan Panjibuwono Residence mengalami kenaikan rata-rata 16% per tahunnya,” pungkas Albert.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here