Dirjen PHU: 8% Kuota untuk Haji Khusus Tetap Ada

76
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief . (foto:info31.id/pool/dok.kemenag).

JAKARTA,info31.id — Kementerian Agama masih menunggu kepastian alokasi kuota jemaah haji Indonesia yang diberikan Arab Saudi. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief menegaskan bahwa berapapun kuotanya, akan ada alokasi untuk jemaah haji khusus.

“Kita masih menunggu berapa kuota haji yang akan diberikan kepada Indonesia. Kuota haji nantinya sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun 2019 akan terdiri dari 92% haji reguler dan 8% haji khusus,” tegas Hilman, Selasa (2/4/2022).

Hilman menyebut, perlu dibuatkan pedoman yang jelas dan tegas untuk pengisian kuota haji khusus. Menurut Hilman, jangan sampai ada jemaah yang “terzalimi” gara-gara terlompati nomor porsinya.

“Acuan dalam UU Nomor 8 Tahun 2019 sudah jelas, prinsip “first come first serve” tidak dapat ditawar lagi, karena mereka sudah melunasi Bipih, mengantri, dan tertunda berangkat selama 2 tahun,” tuturnya.

“Jika ada yang tidak dapat berangkat karena kendala persyaratan, maka digantikan oleh nomor porsi secara urutan yang ada di bawahnya,” lanjutnya.

Menurut Hilman, berdasarkan data pelunasan haji khusus tahun 2020, terdapat 15.466 jemaah yang telah melakukan pelunasan Biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) Khusus.

Baca Juga: Saudi Izinkan 1 Juta Jemaah Beribadah Haji, Menag Harap Tambahan Quota

Hilman mengingatkan bahwa jika kuota yang diberikan kepada Indonesia tidak dalam jumlah normal (100%), maka ada potensi banyak jemaah lunas yang belum dapat diberangkatkan.

“Ini harus segera direkonsiliasi datanya dan siapkan mitigasinya,” pesan Hilman.

Hilman juga mengidentifikasi sejumlah persoalan lain yang perlu dimitigasi. Misalnya, potensi kenaikan biaya layanan setelah dua tahun tidak ada pemberangkatan, baik layanan akomodasi, konsumsi, transportasi di Arab Saudi, juga visa dan asuransi.

Hal lainnya terkait kondisi keuangan PIHK pasca diterpa pandemi Covid-19.

“Kesehatan keuangan PIHK menjadi salah satu kunci kesuksesan pemberangkatan jemaah haji khusus tahun ini,” sebutnya.

“Masalah jemaah dengan visa mujamalah juga perlu mendapatkan perhatian dan mitigasi risiko, termasuk pelayanannya di Arab Saudi,” tandasnya.