Digitalisasi Semakin Dibutuhkan di Era New Ekonomi

7

LUBUKLINGGAU, Info31.id – Di era new ekonomi seperrti sekarang ini struktur perekonomian suatu bangsa mengalami pergeseran dari cara konvesional menuju teknologi dan digitalisasi. Disrupsi teknologi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir ini memacu digitalisasi menjadi semakin diminati.

“Kemajuan teknologi memiliki peran di masyarakat dalam digitalisasi seperti digital skills, digital safety, dan digital culture,” ujar Bagas Kurniawan, Digital Economy Consultant, Peneliti SCI dan Aktivis HMI, Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Kemajuan Teknologi: Musibah Atau Anugerah?”, Selasa (14/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Herman Deru, dan Wali Kota Lubuklinggau, Prana Putra Sohe, memberi sambutan dan mendukungan Literasi Digital Kominfo 2021.

Tidak bisa dipungkiri, sambung Bagas, hal itu juga didasarkan pada kebutuhan di waktu pandemi dimana cara manusia bersosialisasi dibatasi oleh aturan pemerintah sebagai upaya mengurangi penyebaran virus COVID-19.

Dalam laporan Towards Decent Work for Young Refugees and Host Communities in The Digital Platform Economy in Africa: Kenya, Uganda, Egypt menemukan fakta bahwa pekerjaan digital dapat menjadi alternatif utama bagi para pengungsi. Sebab, mereka sering kali mengalami kesulitan memasuki pasar tenaga kerja lokal.

“Perkembangan ekonomi digital di Indonesia memiliki potensi total pasar perdagangan sebesar 8 miliar. Pada tahun 2025, ekonomi digital di Indonesia diperkirakan akan menciptakan 3.7 juta pekerjaan tambahan,” ungkapnya.

Untuk mencapai hal tersebut perlu adanya kebijakan seperti meningkatkan akses ke internet terutama pada dimensi ekonomi dan pekerjaan, membangun berbagai keterampilan digital sebagai bekal pekerjaan.

“Selain itu, bekerja sama dengan perusahaan atau sektor ekonomi terkait agar lembaga ketenagakerjaan dapat menyesuaikan keterampilan yang dibutuhkan. Caranya, membuat program tepat sasaran serta sosialisasi kerja digital bekerja sama dengan asosiasi pengusaha atau pekerja,” pungkasnya.