Di Era Digital, Pengelola Radio Dituntut Terus Berinovasi

7

MUSI BANYUASIN, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam webinar, Sabtu (11/9/2021). Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Terdapat 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital. Keynote Speaker Bupati Musi Banyuasin, Dr. H. Dodi Reza Alex Noerdin, Lic.Econ., M.B.A dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Webinar membahas tentang “Tren Radio di Era Digital” oleh para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session.

Menurut Joko Suryono sebagai CEO Papeja Group, Media Consultant, radio di Era digital integrasi ke multiplatform seperti konvensional, streaming, podcsting, website, mobile, email club. Radio di era digital tidak hanya suara, seperti streaming layanan penyiaran audio yang ditransmisikan melalui internet sehingga siaran yang dihasilkan bersifat global bisa dinikmati seluruh dunia tanpa menggunakan antena.

Dengan aplikasi mobile radio dapat menjangkau pendengar yang lebih luas pendengar dapat berinteraksi langsung dengan berbagai fitur, seperti seperti live steraming, live video, live chat, dan request lagu.

Tingkatkan kepuasan pendengar ketika radio terlibat lebih banyak dan menanggapi pendengar dengan cepat, itu membawa kepuasan pendengar atas Radio. Brand radio meningkat secara signifikan. Meskipun banyak faktor lain yang dapat berkontribusi pada kepuasan pendengar.

Yohandes sebagai Reporter Radio Dangdut Indonesia menambahkan, pesatnya teknologi, komunikasi membuat radio selalu berinovasi agar dapat menjadi bagian yang tak terpisahakan untuk permisranya, dari alat yang tradional sampai dengan era digital.

Radio mengunakan piringan dan radio mengunakan kaset. Radio dari sejarah panjang perkembangan radio di Indonesia, satu faktor yang mendukung diterimanya radio di Indonesia adalah penggunaan bahasa yang baik dan benar.

Bahasa yang digunakan dalam penyiaran sebuah radio disebut sebagai bahasa jurnalistik radio. Bahasa jurnalistik radio merupakan sebuah bahasa yang harus mengikuti kaidah bahasa yang baku, di mana radio tersebut disiarkan.

Misalkan radio tersebut disiarkan di Indonesia, maka bahasa yang digunakankan haruslah bahasa Indonesia yang baku, baik, dan benar. Bahasa jurnalistik radio dengan ketepatan kata dan bahasa yang diucapkan oleh seorang penyiar memiliki fungsi untuk tidak akan menimbulkan interpretasi atau salah pengertian kepada pendengar.