Di Era Digital, Literasi Digital Jadi Sarana Tingkatkan Nasionalisme

106
Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis, 29 September 2022. (Foto: Info31.id/Pool/Dok. Kominfo)

SUMEDANG, info31.id – Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, situs layanan manajemen konten Hootsuite (We are Social) mencatat bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna dimana 170 juta penggunanya menggunakan media sosial. Ini dapat dikatakan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 61,8% dari total populasi Indonesia.

Menurut survei literasi digital di Indonesia pada tahun 2021, indeks atau skor literasi digital di Indonesia berada pada angka 3,49 dari skala 1-5. Skor tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori sedang.

Sebagai respon untuk menanggapi perkembangan ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan Program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada 4 (empat) pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital dan Keamanan Digital. Melalui program ini 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Program Indonesia Makin Cakap Digital ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital.

Terkait hal itu Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis, 29 September 2022. Ada empat kerangka digital yang diberikan dalam kegiatan webinar tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital.

Dengan mengusung tema besar “Literasi Digital Jadi Sarana Peningkatan Nasionalisme di Era Digital”, webinar ini menghadirkan para pemateri yang mempunyai kompetensi di bidangnya masing-masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session. Diantaranya, DR. Anna Mariani, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Merdeka Malang yang menyampaikan materi “Pemuda Berkarakter Pancasila dalam Dunia Digital”.

Menurutnya, budaya digital budaya, budaya Pancasila menjadikan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan kecakapan digital. ” jati diri kita dalam ruang budaya digital tak berbeda dengan budaya non digital digital digitalisasi budaya memungkinkan kita mendokumentasikan kekayaan budaya, ” katanya.

Pemateri lain, Gadis Rafidha Deviani, Content Creator dan Public Speaker, dengan materi “Yuk Ngonten Tentang Indonesia”, menghimbau untuk menjadikan passion sebagai sebuah profession. Tunjukkan Indonesia lewat sosial media. “Salah satu yang bisa dibuat konten untuk memperkenalkan Indonesia adalah makanan yang hingga saat ini masih menjadi Primadona, ” kata Gadis.

Sedangkan, Pati Perkasa, pemateri lain yang juga CEO Aplikasi Svara 2022, dalam materi “Tips dan Trik Terhindar dari Pelanggaran Hak Cipta di Media Sosial”, menyampaikan, banyak pengguna media sosial di Indonesia masih rendah pemahamannya tentang hak cipta di sosial media sehingga sering terjadi pelanggaran hak cipta di media sosial.

“Jangan menjiplak karya orang lain tanpa izin, jangan memposting video dari film yang kita tonton di bioskop, jangan menggunakan video orang lain tanpa izin, jangan menggunakan foto atau gambar orang lain tanpa izin, “jelas Pati.

Untuk merealisasikan dan mengedukasi masyarakat Indonesia agar semakin cakap dan beretika di ruang digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) siberkreasi juga membuat kampanye suara.

Kampanye suara ini berkolaborasi dengan musisi bernama laleilmanino dan JKT48 untuk menghadirkan sebuah jinggle dengan tema literasi digital berjudul “Berani Bersuara” yang diluncurkan pada tanggal 27 Mei 2002 melalui YouTube siberkreasi. Peluncuran jinggle “Berani Bersuara” juga diikuti dengan runtutan kampanye lainnya seperti JKT48 yang mengajak generasi muda Indonesia untuk bernyanyi bersamaan dengan personil JKT48 di Tiktok dan nyanyi bareng Ilmanino di Instagram.

Upaya ini dilakukan untuk menyampaikan keterikatan dengan pesan yang disampaikan di dalam lirik lagu tersebut. Melalui kampanye lagu berani bersuara diharapkan masyarakat Indonesia semakin bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial sehingga menciptakan ruang berkreasi yang aman positif dan beretika.

Kementerian komunikasi dan Informatika RI bersama GNLD Siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia makin cakap digital melalui kegiatan literasi digital yang disesuaikan pada kebutuhan masyarakat. Untuk mengikuti kegiatan yang ada, masyarakat dapat mengakses info.literasidigital.id atau media sosialisasi berkreasi seperti Instagram, Tiktok Twitter, YouTube dan Facebook.