Deal, Belanda Borong Pakan Ternak Indonesia Senilai USD 750 Ribu

95
Pelaksanaan Trade Expo Indonesia Digital Edition (TEI-DE) 2021, Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor, Marolop Nainggolan membuka Forum Bisnis “Market Access Requirement and Welness Trend on Home Decoration In Europe” yang digelar secara daring pada Kamis 04/Nov. (Foto: Info31.id/pool/Dok. Kemendag)

Jakarta, Info31.id – Menutup ajang Trade Expo Indonesia Digital Edition Indonesia (TEI-DE) 2021 Indonesia kantongi penjualan sebesar USD 750 ribu untuk komoditas pakan ternak yakni berupa produk kelapa dan maggots (larva)  yang dibeli oleh Belanda.

Produk larva dan kelapa tersebut akan digunakan sebagai bahan baku pakan burung yang cukup besar pasarnya di Eropa. Sementara maggot sebagai pakan substitusi dan tambahan untuk hewan ternak, ikan konsumsi dan ikan hias.

Perlu diketahui, maggot adalah sejenis ulat belatung  yang dihasilkan melalui proses pembudidayaan. Biasanya beberapa perusahaan membudidayakan maggot dengan media bungkil sawit. Dan bukan dari limbah sampah. Selanjutnya maggot nantinya akan mengalami proses pengeringan, dan siap dikirm.

Untuk merealisasikan komitmen ini, Kementerian Perdagangan memfasilitasi penandatanganan dua Letter of Intent (LoI) antara pelaku usaha Indonesia dengan mitra dagang asal Belanda secara daring pada Rabu (3/11).

Penandatanganan LoI dilakukan di sela gelaran TEI-DE 2021 dan disaksikan secara daring oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Ganef Judawati dan Atase Perdagangan KBRI Den Haag Sabbat Christian Jannes.

“Sejak awal pembukaan TEI-DE 2021, ini sudah enam kali Belanda mengikuti Signing Trade Commitment dengan total sebesar USD 13,7 juta.” Menurut Ganef, Penandatanganan trade commitment ini termasuk juga MoU imbal dagang produk daging dan ikan yang sebelumnya sudah dilakukan. Diharapkan Penandatanganan LoI ini dapat meningkatkan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Belanda,” kata Ganef.

Baca Juga; Lima Alasan Kayu Jabon dan Sengon Indonesia Diminati Pasar Eropa

Ganef menyampaikan, total nilai transaksi Trade Commitment selama TEI-DE 2021 tercatat lebih dari USD 978,8 juta. Selanjutnya Ganef juga mengajak para buyers Belanda untuk dapat memanfaatkan dua hari terakhir sesi Interaktif TEI-DE dengan mengunjungi setiap kategori produk di platform TEI-DE ini.”Komitmen perdagangan antara Indonesia dan Belanda hari ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan ikatan ekonomi yang lebih kuat antara kedua negara,” tutur Ganef.

Atdag Sabbat menambahkan, LoI kali ini merupakan langkah awal meningkatkan kinerja ekspor Indonesia ke Belanda. “Pakan ternak merupakan komoditas yang secara umum jarang diekspor ke Belanda. Momentum ini membuktikan bahwa pelaku usaha Indonesia dan Belanda tetap berhasil menunjukkan kerja sama perdagangan di tengah pandemi Covid-19,” jelasnya.