Curhat Pintu Gerbang Segala Macam Kejahatan Media Sosial

12
Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. (Foto : Info31.id / Pool / Dok. Kemenkominfo).

KAMPAR, Info31.id – Ujaran kebencian dapat membakar massa melakukan kekerasan fisik terhadapan sasaran. Penghasutnya dengan sengaja mengubah fakta-fakta atau dis-informasi serta meneruskannya kepada orang lain disertai provokasi.

“Kita harus menghindari fitnah, sering berbagi hal positif tentang lingkungan sekitar, kurangi menggunjing, selektif mengunggah konten video dan foto, serta tidak cuhat di media sosial,” Agung Pramudya Wijaya, saat menjadi pembicara dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Melawan Ujaran Kebencian di Dunia Maya”, Senin (20/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Gubernur Provinsi Riau, Syamsuar, memberi sambutan serta mendukungan Literasi Digital Kominfo 2021.

Pembicara lain, Agung Pramudya Wijaya, menyebut, ujaran kebencian dapat berefek pidana karena adanya perbedaan ras, agama, dan suku. Untuk itu diperlukan sikap saling menghargai dan toleransi. “Bila sudah terjadi ujaran kebencian, hal yang harus dilakukan, meliputi kumpulkan buktinya, menyerahkan bukti-bukti, serta menjawab bertanyaan dari petugas,” ujarnya.

Dalam acara yang sama, Indira Wibowo, menyarankan agar masyarakat menggunakan media sosial untuk meningkatkan kemampuan digital di masa pandemic. Caranya, menempatkan medsos sebagai sumber informasi dan literasi data, komunikasi dan kolaborasi, kemampuan konten digital, mengambil dan mengedit gambar lewat gawai.

Hal sama diungkapkan Familus. Menurutnya, cara berinteraksi dan berkolaborasi di ruang digital sesuatu etika, yaitu menggunakan kata-kata yang layak dan sopan, waspada, saring sebelum membagikan, menghargai karya orang lain dan membatasi diri saat berselancar di media sosial.

Acara diakhiri dengan key opinion leader oleh Dwi Yanti, Influencer. Dikatakan, ujaran kebencian dapat membuat kita terbawa ke ranah hukum. “Penting untuk kita mengahargi dan toleransi dengan semua orang yang berada di media sosial dengan selalu menggunakan kata-kata atau berkomentar dengan bahasa yang baik dan benar,” ucapnya.