CSAP Hadirkan Mitra 1O ke-32 & Atria Pertama di Surabaya

Surabaya – PT. Catur Sentosa Adiprana Tbk. (BEI: “CSAP”) distributor bahan bangunan, kimia dan Consumer Goods/FMCG, dan pemilik jaringan toko ritel modern Mitra10 & Atria terus memacu pertumbuhan segmen ritel modern bahan bangunan dan Home Improvement dengan membuka Mitra10 ke-32 di jalan Ahmad Yani, Surabaya.

Superstore keempat yang berlokasi di kota pahlawan ini menempati area seluas 15.000 m2 dengan selling area seluas 6.500 m2. Mitra10 Ahmad Yani menawarkan Stock Keeping Unit (SKU) sebanyak 32.000 item, mulai dari keperluan lantai, keramik, cat, atap hingga home improvement.

“Kami selalu berupaya menciptakan kinerja yang terbaik dan berkelanjutan melalui ekspansi agresif di sektor ritel modern bahan bangunan dan furnitur. Kota Surabaya mempunyai prospek yang sangat baik terutama di segmen residensial.” Jelas Idrus H. Widjajakusuma, Corporate Secretary PT Catur Sentosa Adiprana Tbk, induk usaha Mitra10.

Ditambahkan, sepanjang tahun 2019, CSAP telah membuka tiga superstore baru Mitra10 dari target lima superstore baru pada 2019. Ketiga outlet tersebut antara lain; Cirebon, Yogyakarta dan hari ini Surabaya. Kemudian berikutnya Mitra10 akan kami buka di Solo dan Makassar sehingga pada akhir tahun total Mitra10 mencapai 34 outlet.

Untuk menopang rencana ekspansi agresif tersebut CSAP telah mengalokasikan dana belanja segmen ritel sebanyak Rp500 miliar pada 2019.

CSAP berupaya menangkap peluang terbaik dengan sinergi  antar bisnis unit kami seperti segmen distribusi, ritel modern bahan bangunan dan furnitur untuk pencapaian yang lebih baik.

Atria kini Hadir di Surabaya

Berbeda dengan Mitra10 sebelumnya yang telah hadir di Surabaya, Mitra10 Ahmad Yani dilengkapi dengan gerai furniture, Atria. Ini merupakan gerai Atria pertama di Kota Surabaya atau gerai ke-11 di seluruh Indonesia.

Atria menempati selling space sebesar 1.500 m2 dan gudang showroom seluas 64 m2 dengan dikelolah oleh total 28 personel toko dan 15 personel gudang.

“Atria ini merupakan cabang pertama yang berlokasi di Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya. Dengan mengusung konsep Shop in Shop konsep. Kami menawarkan pengalaman berbelanja yang lengkap, nyaman dan aman.” Jelas Idrus Widjajakusuma.

Atria merupakan ritel modern furnitur yang menawarkan Stock Keeping Unit (SKU) sebanyak 9.000 item, beragam jenis furnitur mulai dari ruang tamu, kamar tidur, ruang makan hingga dapur dengan kualitas dan desain yang menarik.

Produk-produk yang ditawarkan ditata oleh desainer sesuai tema ruangan untuk memudahkan konsumen memilih produk-produk yang tepat dengan nyaman.

Baik Mitra10 maupun Atria menyasar segmen end user properti yakni para pemilik rumah maupun apartemen yang hendak membangun atau merenovasi rumahnya.

Beragam program promo khusus selama pembukaan juga ditawarkan untuk menarik minat pembeli, mulai dari potongan harga, konsultasi desain hingga layan antar gratis.

Pada pembukaan showroom di Ahmad Yani ini Atria kolaborasi dengan Universitas Ciputra, Fakultas Industri Kreatif yang fokus pada program studi arsitektur interior.

Mereka juga bernaung dalam unit usaha bernama Aksen dimana diadakan untuk berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan nasional untuk menjual hasil kreasi anak bangsa.

Kota Surabaya dan Jakarta merupakan kota dengan tingkat konsentrasi tertinggi di pasar property seperti yang dilansir oleh salah satu konsultan properti Internasional belum lama ini (catatan: Colliers International: “Decoding South East Asia Real Estate: Insights for Owners” dirilis Maret 2019). Terlebih pemerintah telah menuntaskan proyek infrastruktur penghubung terbesar di Pulau Jawa yakni Trans Jawa.

“Pemilihan lokasi Mitra10 maupun Atria kami lakukan secara berhati-hati, dengan memperhatikan pertumbuhan, sebaran Kawasan residensial dan prospek di suatu daerah. Hal ini kami lakukan untuk menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan.” Tambah Idrus Widjajakusuma.

Tahun 2019, CSAP menargetkan pertumbuhan secara konsolidasi sebesar 13% yang ditopang dari target pertumbuhan Distribusi sebesar 10% dan Ritel Modern sebesar 20% untuk menopang target pendapatan konsolidasi Perseroan sebesar Rp 12 triliun pada 2019.

Prospek usaha CSAP tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan oleh pemerintah sebesar 5,1%. Tentunya pertumbuhan ini tidak terlepas kaitannya dengan target konsumsi dan kebutuhan akan hunian oleh masyarakat Indonesia.

Konsumsi rumah tangga di kisaran 5% dengan tingkat inflasi 3,5%. Backlog kebutuhan akan rumah telah mencapai 7,6 juta rumah (Sumber Kompas.com).

Dengan indikator ini, CSAP yakin bahwa iklim usaha di Indonesia sangat kondusif dan akan mendorong pertumbuhan prospek usaha CSAP yang fokus di bidang bahan bangunan baik itu di segmen distribusi maupun ritel modern.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here