Cimanggis City Gelar Workshop Bisnis Laundry

Depok – Terus bertambahnya jumlah masyarakat dengan kecenderungan gaya hidup serba simpel dan praktis (millennial) di kota-kota besar seluruh Indonesia menjadi peluang tersendiri bagi bisnis laundry. Akhir-akhir ini aktivitas usaha sektor itupun kian bertumbuh pesat.

Pembangunan properti terutama apartemen di wilayah suburban seperti Depok, Jawa Barat, menjadi penunjang utama kian pesatnya pertumbuhan bisnis jasa binantu. Dimana, umumnya apartemen menawarkan suasan serta lingkungan kehidupan yang sesuai dengan karakter masyarakat millennial.

Namun disayangkan hingga kini bisnis jasa laundry masih belum dikelola secara profesional sehingga tidak jarang menimbulkan persoalan terhadap lingkungan sekitar.

Menyadari hal tersebut, PT Permata Sakti Mandiri (PSM), pengembang Apartemen Cimanggis City bersama Himpunan Pengusaha Laundry Indonesia (HIPLI) Kota Depok mengajak para pelaku usaha untuk meningkatkan pengetahun tentang seluk-beluk bisnis jas laundry, melalui seminar dan workshop “Cara Membuat IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah) dan Strategi Membangun Laundry Sepatu”.

Hadir sebagai pembicara dalam event itu, antara lain adalah Ketua HIPLI Kota Depok Tugiyono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Indra Cahyadi, dan Founder Ringgo Laundry Lili Prastowo.

“IPAL menjadi bagian yang sangat penting dalam usaha laundry. Sebab, usaha ini berkaitan erat dengan produk sabun, deterjen dan air yang memproduksi limbah. Jangan sampai pembuangan air yang dihasilkan dari usaha ini mencemari lingkungan sekitar,” ujar Tugiyono, di sela-sela acara, Minggu (5/5).

Diakui Tugiyono, saat ini usaha laundry memang tengah menjamur dan menjadi salah satu bidang bisnis yang memiliki prospek sangat baik. Dengan modal yang tidak terlalu besar tetapi keuntungan yang dihasilkan terbilang cukup menjanjikan. Menariknya, belakangan mulai muncul inovasi baru dengan memperluas produk jasa tidak hanya pakaian tetapi juga laundry sepatu.

“Diharapkan ke depan tak ada lagi penutupan usaha laundry oleh pemerintah akibat pengelolaan limbah yang tidak baik. Untuk itu, semua pelaku bisnis di bidang jasa laundry harus memahami aturan dan teknis pengelolaan limbah,” ucapnya.

Sementara itu, Indra Cahyadi mengungkapkan bahwa pembuatan dan penerapan IPAL pada bisnis laundry tergolong sangat mudah. “Dengan IPAL diharapkan air yang mengandung produk deterjen tidak langsung dibuang. Tapi, diproses dengan menghilangkan bahan kimia terlebih dahulu sehingga air limbah tidak membahayakan lingkungan,” pungkas Indra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here