Cegah! Anak Rentan Terpapar Pornografi

4

Ogan Ilir,info31.id – Internet sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, tidak hanya segi positif, dampak negatif seperti pornografi sulit terelakkan.

Deky R. Suwarna sebagai Research & Development GK Invest mengatakan, usia 5 – 12 tahun merupakan golden age (masa keemansan) pada anak, dimana “memori” tertanam dalam pikiran anak. Karena itu, dimasa ini, orang tua harus berhati-hati dalam dalam bersikap dan bertuturkata.

“Anak akan merekam apa yang sehari-hari dia terima dari orang tuanya, sikap dan tutur kata orang tua akan akan mempengaruhi otak anak kita. Akal digunakan untuk memfiltrer apakah ini baik atau tidak,” ujarnya, dalam webniar “Melawan Pelecehan Seksual di Dunia Digital” yang digelar Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, di Ogan Ilir, Sumsel, beberapa waktu lalu.

Selain sikap dan tutur kata orang tua, lanjutnya, di era digital, anak akan mudah terpapar pornografi lewat internet. Smart phone yang mereka merupakan pintu bagi terpaparnya anak oleh dunia pornografi.

Pembahasan tentang pelecehan seksual  terjadi karena uta agama, kurangnya pengetahuan dan desakan ekonomi tidak ada skill yang dijual dan tdk ada pilihan, akhirnya memanfaatkan medsos utk poroografi dan selanjutnya karena factor teroma. Goldane age usia emas yaitu apa yang dilihat oleh anak anak 5-12 tahun, kadang memori atau kenangan masa kecil lebih terngiang-ngiang bahkan kuat memori masa kecilnya, maka sebagai orang tua yang mendidik anak anaknya hati-hati dalam bersikap dan bertuturkata karena

“Anak akan merekam apa yang sehari-hari dia terima dari orang tuanya, sikap dan tutur kata orang tua akan akan mempengaruhi otak anak kita. Akal digunakan untuk memfiltrer apakah ini baik atau tidak,” jelasnya.

Deky juga membagikan tips untuk orang tua agar bisa mencegah anak terpapar pornografi diantaranya, memberikan perhatian kasih sayang dan penghargaan, mendampingi anak ketika mengakses interner, memberi pemahaman tentang internet.

“Mengenali teman dan lingkungan sekitar, memanfaatkan computer di ruang keluarga, menyepakati aturan bersama mengenai penggunaan HP, jejak digital adalah investasi, apa yang kita tanam hari ini akan menuai dikemudian hari,” ungkapnya.

Dalam sesi sharing, Ana Livian seorang Mom Influencer membagikan pengalamannya dalam melawan pelecehan seksual di dunia digital. Menurutnya, sebagai orang tua harus mengenali teman dan lingkungan sekitar anak untuk pencegahan.

“Bila anak ketahuan membuka situs porno, ingatkan kembali dampaknya, dan memberikan pendidikan seks sesuai tumbuh kembang anak,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Islahudin Nasron, Ketua Umum DPD.BKPRMI Kabupaten Ogan Ilir mengatakan kebebasan berekspresi adalah hak semua orang untuk mencari, menerima dan menyebarkan informasi dan gagasan dalam bentuk apapun dengan cara apapun.

“Digunakan untuk menunjukkan bukan hanya kebebasan berbicara akan tetapi pada tindakan pencarian, penerimaan dan bagian dari informasi ataupun ide yang sedang digunakan. Prinsip dasar mencegah pornografi adalah cerdas bermedsos,” jelasnya.

Webniar “Melawan Pelecehan Seksual di Dunia Digital” merupakan rangkaian kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL.